Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perbandingan Debit Air Pada Mesin Pompa Air Menggunakan Bahan Bakar Pertalite dan LPG M. Fishal Askarul Faris Aidah; Arya Mahendra Sakti; Diah Wulandari; Andita Nataria Fitri Ganda
Automotive Innovations Journal Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam perekonomian Indonesia, dengan padi sebagai tanaman pangan utama. Modernisasi pertanian telah mendorong penggunaan mesin pompa air sebagai bagian integral dari kegiatan bercocok tanam, namun banyak mesin masih menggunakan bahan bakar minyak bumi (BBM) yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, konversi ke bahan bakar gas (BBG), khususnya Liquid Petroleum Gas (LPG), menjadi alternatif yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi mesin pompa air yang menggunakan LPG sebagai bahan bakar, serta melakukan analisis biaya bahan bakar dan laju aliran airnya. Ketersediaan mesin pompa dengan LPG masih terbatas, terutama di daerah terpelosok. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan LPG dalam mesin pompa air irigasi. Pada penelitian ini hasilnya adalah Debit air yang dihasilkan pertalite ialah sebesar 4,4 liter/detik sedangkan LPG 3 kg menghasilkan sebesar 3,4 liter/detik. Dari hasil tersebut kita bisa bandingkan untuk laju debit air lebih besar menggunakan pertalite dari pada gas LPG 3 kg, Pompa air berbahan bakar pertalite dapat dilakukan modifikasi menjadi mesin pompa air berbahan bakar Gas/LPG dengan melakukan perubahan pada karburator konverter kit, Pompa air berbahan bakar pertalite dapat beroperasi sesuai waktu dan kebutuhan pengairan dan cepat dan Penggunaan mesin pompa air berbahan bakar pertalite dapat menunjang peningkatan beberapa aspek bidang seperti pertanian dengan kecepatan pada laju bebit.
Analisis Pengaruh Variasi Kulit Ari Dan Model Hopper Terhadap Waktu Produksi Serta Tingkat Kehalusan Hasil Penggilingan Farid Aziz Hardinansya; Arya Mahendra Sakti; Ferly Isnomo Abdi; Diah Wulandari
Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik Vol. 3 No. 1 (2026): IDENTIK - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/identik.v3i1.1267

Abstract

This research is motivated by the ineffectiveness of stone model grinding machine in processing light, fibrous, and thin grain husk, so that a disc mill type FFC-15 grinding machine based on friction mechanism between discs was developed. The main objective is to analyze the effect of variations in husk type (mung bean, soybean, peanut) and hopper model (cylindrical, pentagonal, pyramidal) on production time, actual grinding capacity, level of fineness of the grinded results, and the extent to which differences in the physical characteristics of the husk affect the material flow rate in various hopper models with a test mass of 1 kg and a 1 mm sieve to understand the mechanism of non-homogeneous material flow in the grinding system. The experimental method involves testing the combination of the three types of husk and hopper, repeated three times, measuring production time, capacity (kg/hour), and percentage passing through a 1 mm sieve. The results showed an actual capacity of 2.70–4.71 kg/hour, where the pyramid hopper excelled with the shortest time, a maximum capacity of 4.71 kg/hour, and a fineness of 94.40% for mung bean hulls, while soybean hulls were the lowest due to unstable flow. The pyramid hopper proved to be the most effective in improving the hull grinding performance of grains.      
Design and Development of a Soybean Husk Grinding Machine with a 1 Kg Hopper Capacity Muhamad Bagus Afandi; Arya Mahendra Sakti; Dyah Riandadari; Dewi Puspitasari
Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik Vol. 3 No. 1 (2026): IDENTIK - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/identik.v3i1.1275

Abstract

Kulit ari kedelai merupakan limbah hasil pertanian yang sering di anggap tidak bernilai. Padahal limbah tersebut memiliki kandungan protein, serat, serta potensi sebagai bahan pakan ternak, bahan biobriket, maupun produk bernilai ekonomis lainnya. sebagian besar limbah kulit ari kedelai hanya di buang atau di manfaatkan secara terbatas karena bentuknya masih kasar dan sulit di olah, serta belum tersedianya alat penggiling sederhana dengan kapasitas kecil (hopper) yang sesuai kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan alat penggiling kulit ari kedelai dengan kapasitas corong penampung (hopper) 1 kg yang dapat di gunakan untuk menggiling kulit ari kedelai menjadi bubuk halus. Metode penelitian yang di gunakan adalah R&D (Research and Development). Prosedur penelitian meliputi studi literatur, analisis masalah, perhitungan komponen, desain alat, perakitan alat, uji fungsi, analisis data dan kesimpulan. Mesin di rancang menggunakan motor listrik AC sebagai penggerak utama, sistem transmisi pulley dan v-belt, dimmer speed controller sebagai pengatur kecepatan, piringan penggiling sebagai media penghalus atau penghancur serta saringan 0,5 mm, pengujian di lakukan pada kecepatan putar (2400, 2600 dan 2800 RPM) menggunakan sampel kulit ari kedelai. Hasil pengujian menunjukan bahwa alat penggiling kulit ari kedelai dengan kapasitas corong penampung (hopper) 1 kg beroperasi dengan stabil dan aman, serta berhasil menggiling kulit ari kedelai menjadi bubuk halus secara cepat, efisien dan menghasilkan tingkat kehalusan yang homogen (0,5 mm). kondisi penggilingan paling optimal di peroleh pada kecepatan 2800 RPM dengan rata-rata waktu yang di butuhkan 10.43 menit di peroleh hasil giling 823 gram, proses penggilingan lebih cepat dan hasil giling meningkat di banding kecepatan 2400 dan 2600 RPM.
Perancangan Dan Pengembangan Mesin Pemisah Kulit Ari Kedelai Otomatis Muh Farid Hidayatullah; Arya Mahendra Sakti; Sudirman Rizki Ariyanto; Lailatus Sa'diyah Yuniar Arifianti
Jurnal Sains, Teknik, Ekonomi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): SATEDIK - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/satedik.v2i2.1999

Abstract

The soybean processing process for making tempeh for middle- and lower-class soybeans still uses traditional methods to peel and separate the soybean hulls. This machine is designed to address the problem of peeling and separating soybean hulls at the household and lower-middle-scale businesses, which is still often done traditionally (by treading or soaking manually), which is inefficient, unhygienic, and labor-intensive. The main objective of this research is to design and build an automatic soybean peeling and separating machine that is easily accessible, energy-efficient, and able to improve the cleanliness of the processed product. The final design uses a two-geared cylinder mechanism with a gap adjustment (slider) that can be adjusted according to soybean size. Automatic separation utilizes mass/air differences to push the hulls out and the beans fall into a separate channel. The manufacturing process involved literature review, observation, selection of alternative designs, component fabrication, and machine assembly. The expected results are a hopper with a capacity of 15 kg, an electric motor drive with a V-belt pulley transmission, two geared cylinders, and testing of optimal gap variations and cylinder rotations, capable of producing a capacity of approximately 300 kg/hour of clean, ready-to-process soybeans. The design of the hull peeling and separating machine features a peeling mechanism that utilizes the gap between a toothed cylinder and an adjustable adjustment mechanism that adapts to the type of soybean being peeled.