Amirul Bakhri
Institut Agama Islam Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN STUDI AL-QURAN DAN HADIS TERHADAP PERMASALAHAN HUKUM-HUKUM KEKINIAN Sayyid Amir Ali Madani; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.261

Abstract

Perkembangan peradaban di era modern memunculkan berbagai problematika hukum (nawāzil) yang tidak ditemukan secara eksplisit dalam literatur fikih klasik, mulai dari transaksi ekonomi digital hingga isu bioetika. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji metodologi studi Al-Qur’an dan Hadis dalam merespons dinamika hukum kekinian melalui kerangka ijtihad yang otoritatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis deskriptif-analitis terhadap literatur turats dan fatwa kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun teks syariat (nuṣūṣ) bersifat terbatas, prinsip-prinsip universal (al-uṣūl al-kulliyyah) dalam Al-Qur’an dan Hadis memiliki fleksibilitas untuk memayungi peristiwa baru melalui metode taḥqīq al-manāṭ (verifikasi lokus hukum). Kajian terhadap pemikiran Ibnu Taimiyah, Syaikh Ibn Baz, dan lembaga fatwa menunjukkan bahwa penetapan hukum pada masalah kontemporer, seperti asuransi konvensional dan minuman fermentasi modern, harus didasarkan pada karakteristik substantif dan ‘illat hukum, bukan sekadar label atau nama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara keteguhan pada manhaj salaf dan kecerdasan membaca realitas (al-wāqi‘) merupakan kunci agar hukum Islam tetap relevan (ṣāliḥ li kulli zamān wa makān) tanpa mengabaikan batasan syar’i yang baku.
EPISTEMOLOGI ILMU DALAM ISLAM: WAHYU, AKAL, PENGALAMAN, DAN PERBANDINGANNYA DENGAN EPISTEMOLOGI BARAT Sayyid Amir Ali Madani; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.262

Abstract

Tulisan ini membahas epistemologi ilmu dalam Islam dengan menyoroti sumber-sumber utama pengetahuan, metode perolehannya, serta perbandingannya dengan epistemologi Barat modern. Epistemologi Islam dibangun di atas fondasi wahyu, akal, dan pancaindra yang bersifat integratif dan tidak saling bertentangan. Selain itu, Islam juga mengakui peran fitrah, pengalaman historis, serta sumber-sumber tambahan seperti ilham dan firasat dalam batas-batas tertentu. Metode perolehan pengetahuan dalam Islam mencakup observasi empiris, penalaran rasional, al-khabar al-shadiq (berita yang benar), serta bimbingan wahyu sebagai sumber tertinggi kebenaran.Berbeda dengan epistemologi Barat modern yang cenderung membatasi sumber pengetahuan pada akal dan pengalaman inderawi serta mengesampingkan dimensi metafisik, epistemologi Islam menawarkan pendekatan yang komprehensif dan seimbang antara aspek rasional, empiris, dan spiritual. Dengan demikian, epistemologi Islam tidak hanya mampu menjelaskan realitas fisik, tetapi juga realitas metafisik dan nilai-nilai moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan epistemologi Islam terletak pada kemampuannya mengintegrasikan berbagai sumber pengetahuan dalam satu kerangka yang harmonis, sehingga relevan dalam membangun paradigma ilmu yang utuh, bernilai, dan berorientasi pada kebenaran hakiki.