Sayyid Amir Ali Madani
Institut Agama Islam Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EPISTEMOLOGI ILMU DALAM ISLAM: WAHYU, AKAL, PENGALAMAN, DAN PERBANDINGANNYA DENGAN EPISTEMOLOGI BARAT Sayyid Amir Ali Madani; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.262

Abstract

Tulisan ini membahas epistemologi ilmu dalam Islam dengan menyoroti sumber-sumber utama pengetahuan, metode perolehannya, serta perbandingannya dengan epistemologi Barat modern. Epistemologi Islam dibangun di atas fondasi wahyu, akal, dan pancaindra yang bersifat integratif dan tidak saling bertentangan. Selain itu, Islam juga mengakui peran fitrah, pengalaman historis, serta sumber-sumber tambahan seperti ilham dan firasat dalam batas-batas tertentu. Metode perolehan pengetahuan dalam Islam mencakup observasi empiris, penalaran rasional, al-khabar al-shadiq (berita yang benar), serta bimbingan wahyu sebagai sumber tertinggi kebenaran.Berbeda dengan epistemologi Barat modern yang cenderung membatasi sumber pengetahuan pada akal dan pengalaman inderawi serta mengesampingkan dimensi metafisik, epistemologi Islam menawarkan pendekatan yang komprehensif dan seimbang antara aspek rasional, empiris, dan spiritual. Dengan demikian, epistemologi Islam tidak hanya mampu menjelaskan realitas fisik, tetapi juga realitas metafisik dan nilai-nilai moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan epistemologi Islam terletak pada kemampuannya mengintegrasikan berbagai sumber pengetahuan dalam satu kerangka yang harmonis, sehingga relevan dalam membangun paradigma ilmu yang utuh, bernilai, dan berorientasi pada kebenaran hakiki.