M. Khalid Fredy Saputra
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baitul Hikmah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Range Of Motion Terhadap Pemulihan Fungsi Ekstremitas Pada Pasien Stroke M. Khalid Fredy Saputra; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Stroke is one of the leading causes of disability worldwide, resulting in impaired upper and lower extremity motor function. These impairments reduce patients' ability to perform daily activities independently. Range of Motion (ROM) therapy is widely recommended as a rehabilitation intervention to maintain joint flexibility, improve muscle strength, enhance blood circulation, and prevent contractures. To determine the effect of Range of Motion therapy on extremity functional recovery in stroke patients. This study employed a quasi-experimental one-group pretest-posttest design involving 30 stroke patients selected using purposive sampling. ROM exercises were performed twice daily for 30 minutes over four weeks. Extremity function was measured using the Fugl-Meyer Assessment (FMA). Data were analyzed using paired t-test with a significance level of 0.05. The mean extremity function score increased from 41.27 ± 8.52 before intervention to 57.84 ± 7.96 after intervention. Statistical analysis showed a significant improvement (p < 0.001). Range of Motion therapy significantly improves extremity function among stroke patients and should be integrated into nursing rehabilitation programs. Keywords: Stroke, Range of Motion, Extremity Function, Rehabilitation. ABSTRAK Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang menyebabkan gangguan fungsi motorik pada ekstremitas atas maupun bawah. Gangguan tersebut mengakibatkan penurunan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi rehabilitasi yang direkomendasikan adalah terapi Range of Motion (ROM), yaitu latihan gerak sendi yang bertujuan mempertahankan fleksibilitas sendi, meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki sirkulasi darah, serta mencegah kontraktur. Mengetahui pengaruh terapi Range of Motion terhadap pemulihan fungsi ekstremitas pada pasien stroke.Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien stroke yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi terapi ROM diberikan selama 30 menit, dua kali sehari selama empat minggu. Instrumen penelitian menggunakan Fugl-Meyer Assessment (FMA). Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Nilai rata-rata fungsi ekstremitas sebelum terapi adalah 41,27 ± 8,52 dan meningkat menjadi 57,84 ± 7,96 setelah terapi ROM. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi ROM terhadap pemulihan fungsi ekstremitas pasien stroke. Terapi ROM terbukti efektif meningkatkan fungsi ekstremitas pasien stroke sehingga dapat dijadikan intervensi keperawatan dalam program rehabilitasi. Kata Kunci: Stroke, Range of Motion, Fungsi Ekstremitas, Rehabilitasi, Keperawatan.
Hubungan Gaya Hidup Sehat Dengan Risiko Stroke Pada Orang Dewasa M. Khalid Fredy Saputra; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Stroke remains one of the leading causes of death and disability worldwide. Most stroke risk factors are associated with unhealthy lifestyles, including physical inactivity, unhealthy dietary habits, smoking, alcohol consumption, obesity, and poor control of blood pressure and blood glucose levels. Adopting a healthy lifestyle is considered one of the most effective preventive strategies to reduce the risk of stroke among adults. This study aimed to determine the relationship between healthy lifestyle behaviors and stroke risk among adults. This study employed a quantitative approach with an analytical observational cross-sectional design. The research was conducted in the working area of community health centers from January to April 2025. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using a healthy lifestyle questionnaire, a stroke risk assessment form, and respondent demographic forms. Data were analyzed using univariate analysis and Chi-Square test with a significance level of α=0.05. The results showed that 38 respondents (63.3%) had good healthy lifestyle behaviors. A total of 24 respondents (40.0%) had low stroke risk, while 36 respondents (60.0%) had moderate to high stroke risk. Chi-Square analysis demonstrated a significant relationship between healthy lifestyle and stroke risk (p=0.001). Adults with healthier lifestyles had significantly lower stroke risk than those with unhealthy lifestyles. The study concludes that maintaining a healthy lifestyle is significantly associated with reduced stroke risk among adults. Health promotion programs emphasizing healthy lifestyle behaviors should therefore be strengthened to prevent stroke. Keywords: Healthy Lifestyle, Stroke, Risk Factors, Adults, Prevention. ABSTRAK Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Sebagian besar faktor risiko stroke berkaitan dengan gaya hidup yang kurang sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, obesitas, dan kurangnya kontrol terhadap tekanan darah maupun kadar gula darah. Penerapan gaya hidup sehat menjadi salah satu strategi preventif yang efektif dalam menurunkan risiko terjadinya stroke pada orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup sehat dengan risiko stroke pada orang dewasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas selama Januari–April 2025. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas kuesioner gaya hidup sehat, lembar penilaian faktor risiko stroke, dan lembar identitas responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki gaya hidup sehat kategori baik sebanyak 38 responden (63,3%). Sebanyak 24 responden (40,0%) memiliki risiko stroke rendah, sedangkan 36 responden (60,0%) berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara gaya hidup sehat dengan risiko stroke (p=0,001). Responden yang menerapkan gaya hidup sehat memiliki risiko stroke yang lebih rendah dibandingkan responden dengan gaya hidup kurang sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya hidup sehat berhubungan signifikan dengan penurunan risiko stroke pada orang dewasa. Oleh karena itu, promosi kesehatan mengenai pola hidup sehat perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan penyakit stroke. Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Stroke, Faktor Risiko, Orang Dewasa, Pencegahan.