ABSTRACT Stroke is one of the leading causes of disability worldwide, resulting in impaired upper and lower extremity motor function. These impairments reduce patients' ability to perform daily activities independently. Range of Motion (ROM) therapy is widely recommended as a rehabilitation intervention to maintain joint flexibility, improve muscle strength, enhance blood circulation, and prevent contractures. To determine the effect of Range of Motion therapy on extremity functional recovery in stroke patients. This study employed a quasi-experimental one-group pretest-posttest design involving 30 stroke patients selected using purposive sampling. ROM exercises were performed twice daily for 30 minutes over four weeks. Extremity function was measured using the Fugl-Meyer Assessment (FMA). Data were analyzed using paired t-test with a significance level of 0.05. The mean extremity function score increased from 41.27 ± 8.52 before intervention to 57.84 ± 7.96 after intervention. Statistical analysis showed a significant improvement (p < 0.001). Range of Motion therapy significantly improves extremity function among stroke patients and should be integrated into nursing rehabilitation programs. Keywords: Stroke, Range of Motion, Extremity Function, Rehabilitation. ABSTRAK Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang menyebabkan gangguan fungsi motorik pada ekstremitas atas maupun bawah. Gangguan tersebut mengakibatkan penurunan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi rehabilitasi yang direkomendasikan adalah terapi Range of Motion (ROM), yaitu latihan gerak sendi yang bertujuan mempertahankan fleksibilitas sendi, meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki sirkulasi darah, serta mencegah kontraktur. Mengetahui pengaruh terapi Range of Motion terhadap pemulihan fungsi ekstremitas pada pasien stroke.Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien stroke yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi terapi ROM diberikan selama 30 menit, dua kali sehari selama empat minggu. Instrumen penelitian menggunakan Fugl-Meyer Assessment (FMA). Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Nilai rata-rata fungsi ekstremitas sebelum terapi adalah 41,27 ± 8,52 dan meningkat menjadi 57,84 ± 7,96 setelah terapi ROM. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi ROM terhadap pemulihan fungsi ekstremitas pasien stroke. Terapi ROM terbukti efektif meningkatkan fungsi ekstremitas pasien stroke sehingga dapat dijadikan intervensi keperawatan dalam program rehabilitasi. Kata Kunci: Stroke, Range of Motion, Fungsi Ekstremitas, Rehabilitasi, Keperawatan.
Copyrights © 2026