Muhammad Qoulum Maktsur
Universitas Alma Ata

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesenjangan Keterampilan Dasar Mengajar Guru PAI dalam Pembelajaran Islam Multikultural Berbasis Teknologi di SMAN 1 Jetis Bantul Arya Pramudita; Wahyu Kholis Prihantoro; Eliya Nabilatul Fauziyah; Muhammad Qoulum Maktsur
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/f4dgfd45

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah umum menghadapi masalah yang rumit dalam konteks multikultural dan di tengah perkembangan teknologi, sehingga membutuhkan keterampilan dasar mengajar guru yang mampu beradaptasi, integratif, dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan dasar mengajar guru PAI, menemukan kesenjangan antara kondisi ideal dan praktik pengajaran yang sebenarnya, meneliti penyebabnya, dan cara mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMAN 1 Jetis Bantul. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan mereduksi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan menggunakan teknik triangulasi agar data yang diperoleh tetap valid dan akurat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa guru PAI sudah menerapkan keterampilan dasar mengajar, tetapi masih dalam tahap pada tahap operasional dan belum terpadu secara reflektif. Ditemukan adanya kesenjangan dalam integrasi yang menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran belum selaras, serta belum optimalnya integrasi antara pedagogi, teknologi, dan kesadaran multikultural. Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan meliputi aspek pedagogik, struktural, dan epistemologis yang saling terkait. Penelitian ini menemukan bahwa keterampilan dasar mengajar guru PAI perlu didefinisikan ulang sebagai kemampuan dalam menggabungkan berbagai aspek sesuai dengan kondisi lingkungan dan mampu merefleksikan dampaknya dengan memperkuat model pendidikan yang terpadu agar meningkatkan mutu pembelajaran di tengah perkembangan dunia digital dan masyarakat multikultural.