Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrating Islamic Educational Programs for Street Children in Central Java: A Contextual Analysis Imam Suyuti; Wahyu Kholis Prihantoro; Aida Hayani; Rizal Fathurrohman; Muhammad Gafarurrozi; Ahmad Salim; Farida Musyrifah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5661

Abstract

Street children in Central Java, Indonesia, often experience severe socio-economic challenges such as poverty, family instability, and a lack of social support, which lead to vulnerability to exploitation and abuse. This study explores the impact of Islamic educational interventions on improving their well-being and integration. A qualitative case study approach was used, with data collected from January to June 2024 through semi-structured interviews, participant observations, focus group discussions, and document analysis across three locations in Semarang. The study included 30 participants, including both current and senior members of Majelis Mafia Sholawat, tutors, mentors, and group leaders. Findings indicate that Islamic education initiatives enhance reasoning, moral development, emotional well-being, and self-awareness among street children. These programs adopt a holistic approach, addressing emotional, spiritual, and practical needs, and foster a sense of community and belonging. The study highlights the effectiveness of culturally sensitive educational strategies in promoting socio-economic opportunities and social integration for street children. The inclusion of community-centered, religious-based education appears crucial in addressing the unique challenges faced by these children. The findings suggest that policymakers and educators should consider culturally relevant educational programs that integrate local languages, customs, mentorship, and life skills training. Such initiatives can promote sustained engagement, improve socio-economic prospects, and support the overall integration of street children into society.
Efektivitas Instrumen Tes Uraian Dibandingkan dengan Tes Pilihan Ganda dalam Mengukur Hasil Belajar Siswa di MAN 2 Bantul Muhammad Syauqi Firdaus; Wahyu Kholis Prihantoro; Latifaturrohmah Latifaturrohmah; Husna Rifaatul Mahmudah; Afrida Aunil Illah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2025): November : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jkaipbaku.v1i4.175

Abstract

Learning assessment is a crucial element in the educational process that aims to measure how well students understand the material taught. The tools chosen for measurement have a significant influence on the validity and accuracy of the assessment results. At MAN 2 Bantul, educators generally use two types of measurement tools, namely multiple-choice tests and essay tests. This study aims to assess the effectiveness of essay tests in comparison with multiple-choice tests in assessing student learning achievement at MAN 2 Bantul, using the direct interview method. This study was conducted to gain insight into the views of teachers and students regarding the effectiveness of both types of tests in the educational evaluation process. Data were collected through direct interviews with teachers and students who had experience in using both types of measurement tools. Data analysis was obtained using a descriptive qualitative approach to explore their views and experiences regarding the accuracy and appropriateness of tests in assessing learning outcomes. The findings from the interviews showed that multiple-choice tests were considered more effective and practical in measuring student learning outcomes because they used the JMD (Jogja Madrasah Digital) application, which immediately displayed the scores. However, the teachers also agreed that essay tests provided a more comprehensive analysis of learning outcomes because they encouraged students to think critically. This study recommends the implementation of a combination of both types of exams to make learning evaluation more efficient.
Kesenjangan Keterampilan Dasar Mengajar Guru PAI dalam Pembelajaran Islam Multikultural Berbasis Teknologi di SMAN 1 Jetis Bantul Arya Pramudita; Wahyu Kholis Prihantoro; Eliya Nabilatul Fauziyah; Muhammad Qoulum Maktsur
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/f4dgfd45

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah umum menghadapi masalah yang rumit dalam konteks multikultural dan di tengah perkembangan teknologi, sehingga membutuhkan keterampilan dasar mengajar guru yang mampu beradaptasi, integratif, dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan dasar mengajar guru PAI, menemukan kesenjangan antara kondisi ideal dan praktik pengajaran yang sebenarnya, meneliti penyebabnya, dan cara mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMAN 1 Jetis Bantul. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan mereduksi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan menggunakan teknik triangulasi agar data yang diperoleh tetap valid dan akurat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa guru PAI sudah menerapkan keterampilan dasar mengajar, tetapi masih dalam tahap pada tahap operasional dan belum terpadu secara reflektif. Ditemukan adanya kesenjangan dalam integrasi yang menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran belum selaras, serta belum optimalnya integrasi antara pedagogi, teknologi, dan kesadaran multikultural. Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan meliputi aspek pedagogik, struktural, dan epistemologis yang saling terkait. Penelitian ini menemukan bahwa keterampilan dasar mengajar guru PAI perlu didefinisikan ulang sebagai kemampuan dalam menggabungkan berbagai aspek sesuai dengan kondisi lingkungan dan mampu merefleksikan dampaknya dengan memperkuat model pendidikan yang terpadu agar meningkatkan mutu pembelajaran di tengah perkembangan dunia digital dan masyarakat multikultural.
Edukasi MARANGGATUANTING sebagai Upaya Percepatan Penurunan Stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan di Kelurahan Pesurungan Lor, Kota Tegal Rabiatul Adwiah; Wahyu Kholis Prihantoro; Durrotun Naqiyah; Indah Febriyanti; M. Zuhuud Al Munawwar; Ninik Listiani; Uswatun Khasanah; Lusi Alfi Khasanah; Ika Widya Astuti; Novitasari Novitasari; Sayyid Umar Arrahmah Al Hamid; Yuda Eka Saputra
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2025.4(2).85-91

Abstract

Stunting adalah salah satu hambatan terbesar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di setiap negara.  Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan terjadi pada anak-anak dan balita yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dari usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program Manggaratuanting di Kelurahan Pesurungan Lor serta menganalisis kontribusinya dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan mendukung percepatan penurunan stunting. Dalam penelitian ini menggunakan metode partisipatif dan edukasi masyarakat melalui penyuluhan, diskusi interaktif, praktik pemberian makanan tambahan, serta distribusi media edukasi berupa leaflet dan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis media sederhana seperti leaflet dan buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan balita serta pemberian PMT berbahan ikan tenggiri menjadi bentuk inovasi pemanfaatan sumber daya lokal.