Fajar Pradita
Universitas Maarif Hasyim Latif, Sidoarjo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Ekonomi Kreatif dan Tata Kelola BUMDesa Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pademonegoro Mustafa Hermanto; Fajar Pradita; Erwin Sulistyanto
International Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 2 (2026): International Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ijssh.v4i2.1965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan ekonomi kreatif dan kualitas tata kelola terhadap kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) serta kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terlibat dalam aktivitas BUMDesa dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperkuat serta menjelaskan hasil analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BUMDesa melalui peningkatan inovasi, penciptaan nilai tambah, serta pemanfaatan potensi lokal desa. Selain itu, kualitas tata kelola yang ditandai dengan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan BUMDesa. Integrasi antara pengembangan ekonomi kreatif dan penerapan tata kelola yang baik mampu memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDesa serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan peluang ekonomi dan peningkatan pendapatan desa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan strategi pengembangan ekonomi desa berbasis inovasi serta penerapan sistem tata kelola yang profesional guna mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Ambiguitas Status Hukum Santri sebagai Relawan dalam Pekerjaan Konstruksi Pesantren: Perspektif Perlindungan Anak dan Hukum Ketenagakerjaan Fajar Pradita; Ahmad Heru Romadhon; Dhofirul Yahya
International Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 2 (2026): International Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ijssh.v4i2.2168

Abstract

The involvement of students (santri) in the construction of Islamic boarding schools (pesantren) is often positioned as voluntary or religious service activities. However, in practice, such involvement frequently contains elements of command, task allocation, and occupational risk that resemble an employment relationship. This condition creates ambiguity regarding the legal status of santri and potentially leads to a lack of legal protection, particularly when workplace accidents occur during construction activities. This study aims to analyze the legal status of santri involved in pesantren construction and the implications for legal responsibility related to occupational safety and child protection. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches through the analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials. The results indicate that the involvement of santri in construction activities that involve elements of instruction, supervision, and division of labor may indicate the existence of an employment relationship under labor law, thereby creating legal obligations regarding occupational safety and potential liability for pesantren management. This study provides a legal analytical framework for defining the boundary between religious volunteer activities and employment relationships that carry legal responsibilities for pesantren, particularly in the context of child protection and occupational safety in construction activities.