TPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar manajemen pesantren dalam sistem tradisional, bentuk transformasinya di era modern, serta implikasinya terhadap sistem pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang mengandalkan data dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur secara sistematis, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan konsep-konsep utama secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pesantren tradisional berbasis pada nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan keteladanan, dengan kepemimpinan kiai yang bersifat karismatik serta sistem pembelajaran yang menekankan pada transfer ilmu dan nilai. Namun, seiring perkembangan zaman, pesantren mengalami transformasi manajemen yang meliputi perubahan pola kepemimpinan menjadi lebih partisipatif, penerapan manajemen berbasis sistem, integrasi kurikulum agama dan umum, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan administrasi.Implikasi dari transformasi tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma pendidikan Islam menuju sistem yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional pesantren. Transformasi ini juga memperluas orientasi lulusan pesantren agar mampu berkiprah di berbagai bidang. Dengan demikian, integrasi antara nilai tradisional dan inovasi modern menjadi kunci dalam pengembangan pesantren yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan Islam kontemporer