Rendahnya daya simpan buah lokal yang menyebabkan tingginya kerusakan pascapanen sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan kualitas buah. Pati biji durian yang memiliki kandungan pati sebesar 76,65% berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar edible coating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edible coating berbasis pati biji durian, kitosan, dan gliserol terhadap daya simpan buah. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi berat kitosan (0,5–2,5 g) dan pati biji durian (1–5 g), sedangkan gliserol digunakan sebanyak 5 mL pada semua formulasi. Larutan edible coating diaplikasikan pada buah anggur, stroberi, dan jambu air yang disimpan pada suhu ruang. Parameter yang dianalisis meliputi viskositas, pH, susut bobot buah, serta gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating mampu menekan susut bobot buah selama penyimpanan. Pada buah anggur diperoleh susut bobot sebesar 25,443% dengan masa simpan 17 hari, sedangkan pada buah stroberi dan jambu air diperoleh susut bobot terendah masing-masing sebesar 21,154% dan 9,718% dengan masa simpan hingga 2 hari. Edible coating yang dihasilkan memiliki viskositas sekitar 2,7382–182,6809 cP dan pH 3–4. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O-H, N-H, dan C=O yang mengindikasikan adanya interaksi antara pati, kitosan, dan gliserol. Penerapan edible coating mampu menghambat perpindahan uap air dan menekan laju respirasi sehingga susut bobot lebih rendah dan daya simpan menjadi lebih lama. Dengan demikian, edible coating berbasis pati biji durian berpotensi digunakan sebagai pelapis pascapanen guna mempertahankan kualitas dan masa simpan buah.