Nurzakiyyah Istiqamah Nurdin
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Lingkar Lengan Atas pada Ibu Hamil dengan Berat Badan Lahir Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Tahun 2024 Nurzakiyyah Istiqamah Nurdin; Sumarni Sumarni; Tri Setyawati; Rahma Rahma
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/yd5z4m86

Abstract

Status gizi ibu hamil berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu selama kehamilan. Salah satu indikator untuk menilai keadaan gizi ibu dan perkembangan serta pertumbuhan janin adalah pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). Jika pengukuran LiLA < 23,5 cm berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan LiLA pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 219 ibu hamil yang melakukan persalinan di Puskesmas Mamboro pada tahun 2024. Sampel penelitian sebanyak 69 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan buku KIA. Analisis data dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test untuk mengetahui hubungan antara LiLA dan berat badan lahir bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan LiLA ≥ 23,5 cm sebagian besar melahirkan bayi dengan berat ≥ 2500 gr sebesar (82,4%) dan ibu dengan LiLA < 23,5 cm sebagian besar melahirkan bayi dengan berat < 2500 gr sebesar (55,6%). Terdapat hubungan yang signifikan mengenai lingkar lengan atas (LiLA) pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi dengan p-value = 0,004 (p<0,05). Diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan pengukuran LiLA secara rutin pada setiap ibu hamil dan memberikan edukasi serta konseling gizi secara berkelanjutan.