Dzakiyyah Putri Raharjo
Program Studi Gizi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Minuman Isotonik, Asupan Natrium, dan Asupan Kalium terhadap Tingkat Kelelahan Atlet Taekwondo Dzakiyyah Putri Raharjo; Milliyantri Elvandari; Linda Sefrina
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nx998k39

Abstract

Taekwondo merupakan cabang olahraga dengan intensitas tinggi yang membutuhkan keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mempertahankan performa fisik. Kehilangan elektrolit, terutama natrium dan kalium, dapat memengaruhi fungsi neuromuskular dan meningkatkan risiko kelelahan pada atlet. Konsumsi minuman isotonik sering digunakan sebagai salah satu strategi rehidrasi untuk membantu menggantikan cairan danelektrolit yang hilang selama latihan maupun pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi minuman isotonik, asupan natrium, dan asupan kalium dengan tingkat kelelahan atlet taekwondo di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectionalyang dilaksanakan pada September–Oktober 2025. Sampel penelitian berjumlah 40 atlet taekwondo usia 15–22 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Athlete Burnout Questionnaire(ABQ), sedangkan kebiasaan konsumsi minuman isotonik dan asupan mineral dianalisis menggunakan Food Frequency Questionnaire(FFQ). Data asupan natrium dan kalium dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (67,5%) dan berada pada kelompok usia 19–29 tahun (55%). Mayoritas atlet memiliki asupan natrium (95%) dan asupan kalium (77,5%) yang tergolong kurang, serta tingkat kelelahan sedang (70%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium (p=0,137), asupan kalium (p=0,621), dan frekuensi konsumsi minuman isotonik (p=0,090) dengan tingkat kelelahan atlet taekwondo. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan atlet bersifat multifaktorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti intensitas latihan, kualitas tidur, durasi istirahat, tekanan akademik, dan kondisi psikologis.