Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reorientasi Strategis Lembaga Keuangan Syariah: Integrasi Sektor Komersial dan Optimalisasi Keuangan Sosial Islam di Indonesia Riski Rahmat Fauzi; Abd Halim Dalimunthe; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/0a818196

Abstract

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Islam yang tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi keuangan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik operasional, ragam institusi, peran strategis, serta kontribusi LKS dalam mengintegrasikan fungsi komersial dan keuangan sosial Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, laporan lembaga resmi, regulasi, serta berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan dan peran LKS dalam sistem perekonomian nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS memiliki karakteristik yang berbeda dengan lembaga keuangan konvensional karena beroperasi berdasarkan prinsip syariah yang menekankan keadilan, transparansi, kemitraan, dan bagi hasil. Keberadaan berbagai institusi keuangan syariah, seperti perbankan syariah, Baitul Maal wa Tamwil (BMT), asuransi syariah, pasar modal syariah, serta lembaga pengelola zakat dan wakaf, telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung sektor riil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, integrasi antara fungsi komersial dan keuangan sosial Islam melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf mampu memperkuat upaya pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan umat. Perkembangan teknologi digital juga menjadi peluang strategis bagi LKS untuk memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi layanan, dan memperkuat transparansi pengelolaan dana. Penguatan sinergi antara sektor komersial, keuangan sosial Islam, dan transformasi digital menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem ekonomi Islam yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di Indonesia.
Analisis Strategi Pendayagunaan Zakat Produktif dalam Pemberdayaan UMKM di Kota Padangsidimpuan Abd Halim Dalimunthe; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/wr84a889

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat kemiskinan. Dalam konteks ekonomi Islam, zakat produktif menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui pengelolaan yang tepat, zakat produktif tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi yang mampu mendorong kemandirian mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendayagunaan zakat produktif dalam pemberdayaan UMKM di Kota Padangsidimpuan, mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan ekonomi mustahik, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendayagunaan zakat produktif dilakukan melalui pemberian modal usaha, pembinaan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan usaha penerima manfaat. Program zakat produktif memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan usaha, pendapatan, dan kemandirian ekonomi mustahik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan modal, rendahnya kemampuan pengelolaan usaha, kurang optimalnya pendampingan, serta terbatasnya akses pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan agar tujuan pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif dapat tercapai secara optimal.