Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Audit Kinerja Dan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Fraud: Studi Empiris Pada Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Selatan Sarah Andini; Mulyati Akib
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/dxgcpe09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh audit kinerja dan sistem pengendalian internal terhadap pencegahan fraud pada instansi pemerintah daerah, dengan fokus studi pada Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Selatan. Fenomena fraud yang marak terjadi di sektor publik menegaskan urgensi penguatan fungsi pengawasan aparat pengawas intern pemerintah (APIP). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan mengumpulkan data primer melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada pegawai Inspektorat Kabupaten Konawe Selatan. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu, menghasilkan total sampel akhir sebanyak 45 responden yang terdiri dari fungsional Auditor dan Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (PPUPD). Teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda yang diolah berbantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan tingkat pemahaman yang tinggi terhadap tata kelola audit. Hasil pengujian hipotesis secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa audit kinerja dan pengendalian internal secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pencegahan fraud (p = 0,000). Secara parsial (Uji t), audit kinerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud (t = 4,385, p = 0,000). Begitu pula dengan pengendalian internal yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan yang sangat kuat terhadap pencegahan fraud (t = 5,061, p = 0,000). Nilai Koefisien Determinasi (R Square) yang diperoleh sebesar 0,672, menandakan bahwa 67,2% variabilitas variabel pencegahan fraud dapat dijelaskan oleh variasi tindakan audit kinerja dan keandalan sistem pengendalian internal organisasi, sedangkan sisanya sebesar 32,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Hasil riset ini memberikan kontribusi teoretis pada penguatan Agency Theory dan Hexagon Fraud Theory, serta kontribusi praktis bagi pembuat kebijakan daerah dalam merumuskan strategi preventif anti-korupsi.Kata Kunci: Audit Kinerja, Pengendalian Internal, Pencegahan Fraud, Sektor Publik, Kebijakan Preventif. ABSTRACT This study aims to examine and empirically analyze the influence of performance audit and internal control systems on fraud prevention within local government agencies, with a case study on the Regional Inspectorate of South Konawe Regency. The phenomenon of widespread fraud in the public sector underscores the urgency of strengthening the oversight function of the government internal supervisory apparatus (APIP). The research approach used is causal quantitative by collecting primary data through structured questionnaires distributed to employees at the South Konawe Regency Inspectorate. Sample selection was conducted using a purposive sampling technique based on specific criteria, yielding a final sample of 45 respondents comprising functional Auditors and Regional Government Affairs Supervisors (PPUPD). The data analysis technique utilized Multiple Linear Regression Analysis processed using SPSS version 26 software. The results of the simultaneous hypothesis testing (F-test) indicate that performance audit and internal control together exert a significant effect on the effectiveness of fraud prevention (p = 0.000). Partially (t-test), performance audit is proven to have a positive and significant effect on fraud prevention (t = 4.385, p = 0.000). Similarly, internal control demonstrates a very strong positive and significant influence on fraud prevention (t = 5.061, p = 0.000). The Coefficient of Determination (R Square) obtained is 0.672, indicating that 67.2% of the variability in the fraud prevention variable can be explained by variations in performance audit practices and the reliability of the organizational internal control system, while the remaining 32.8% is influenced by other variables not included in this research model. These findings contribute theoretically to strengthening Agency Theory and Hexagon Fraud Theory, as well as practically for local policymakers in formulating preventive anti-corruption strategies.Keywords: Performance Audit, Internal Control, Fraud Prevention, Public Sector, Preventive Policy.
Peran Audit Kinerja dalam Memoderasi Pengaruh Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Fraud pada Pemerintah Kota Kendari Waode Meliati; Nasrullah Dali; Mulyati Akib
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/k3621j08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh pengendalian internal terhadap pencegahan fraud serta peran audit kinerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Kendari. Fenomena masih terjadinya kasus penyimpangan keuangan di lingkungan pemerintah daerah meskipun memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menunjukkan bahwa penerapan pengendalian internal memerlukan dukungan pengawasan yang efektif melalui audit kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada aparatur sipil negara pada 41 OPD Pemerintah Kota Kendari yang terdiri atas Kepala OPD, Sekretaris, dan Bendahara, sehingga diperoleh sebanyak 123 responden dengan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud. Selain itu, audit kinerja terbukti mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh pengendalian internal terhadap pencegahan fraud. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif penerapan pengendalian internal yang didukung oleh audit kinerja yang berkualitas, maka semakin tinggi efektivitas pencegahan fraud pada Pemerintah Kota Kendari. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan Fraud Hexagon Theory serta memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan fungsi audit kinerja sebagai strategi pencegahan fraud. Kata Kunci: Pengendalian Internal, Audit Kinerja, Pencegahan Fraud, Fraud Hexagon Theory, Pemrintah Daerah ABSTRACT This study aims to empirically examine and analyze the influence of internal control on fraud prevention and the role of performance audits in moderating this relationship within the Regional Government Agencies (OPD) of Kendari City. The phenomenon of financial irregularities persisting in local government—despite the receipt of Unqualified Opinions (WTP)—indicates that the implementation of internal control requires effective supervisory support through performance audits. This study employs a quantitative approach with a causal research design. Primary data were collected via questionnaires distributed to civil servants across 41 Kendari City government agencies—specifically agency heads, secretaries, and treasurers—resulting in a sample of 123 respondents selected through a saturated sampling technique. Data analysis was conducted using Moderated Regression Analysis (MRA) with the aid of SPSS software. The results indicate that internal control has a positive and significant effect on fraud prevention. Furthermore, performance audits were found to moderate and strengthen the influence of internal control on fraud prevention. These findings demonstrate that the more effectively internal control is implemented—supported by high-quality performance audits—the greater the effectiveness of fraud prevention within the Kendari City government. This study contributes theoretically to the development of the Fraud Hexagon Theory and offers practical implications for local governments regarding the strengthening of internal control systems and performance audit functions as fraud prevention strategies. Keywords: Internal Control, Performance Audit, Fraud Prevention, Fraud Hexagon Theory, Local Government.