Moh. Haitsam Afien
STAI Sirojul Falah Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relevansi Pemikiran Filsafat Ibnu Rushd terhadap Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia: Telaah Epistemologis dan Rasionalitas Pendidikan Moh. Haitsam Afien; Misno
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v3i1.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran filsafat Ibn Rushd serta relevansinya terhadap transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia. Penelitian dilatarbelakangi oleh problem PAI yang masih cenderung normatif-doktrinal, minim pengembangan nalar kritis, dan belum sepenuhnya mampu mengintegrasikan agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari karya-karya Ibn Rushd, khususnya Faṣl al-Maqāl dan Tahāfut al-Tahāfut, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui pendekatan filosofis-hermeneutik dengan tahapan reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Rushd tentang harmonisasi akal dan wahyu, metode demonstratif (burhānī), serta integrasi agama dan rasionalitas memiliki relevansi signifikan terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Paradigma epistemologi Ibn Rushd dapat menjadi landasan filosofis bagi rekonstruksi PAI yang lebih kritis, dialogis, integratif, dan moderat. Selain itu, pemikiran Ibn Rushd juga relevan dalam penguatan moderasi beragama, pengembangan budaya ilmiah, serta integrasi agama dan sains dalam sistem pendidikan Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi Pendidikan Agama Islam membutuhkan pendekatan rasional-humanis agar mampu melahirkan generasi Muslim yang religius, kritis, toleran, dan adaptif terhadap tantangan modernitas..