Al-Muqsith Al-Muqsith
Departemen Anastesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Fenotipik Biofilm pada Endotracheal Tube serta Hubungannya dengan Multidrug Resistance pada Pasien Ventilator-Associated Pneumonia : Literature Review Al-Muqsith Al-Muqsith
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.26877

Abstract

Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu infeksi nosokomial utama di unit perawatan intensif yang berkontribusi terhadap peningkatan mortalitas, lama rawat inap, dan biaya kesehatan. Pembentukan biofilm pada permukaan Endotracheal Tube (ETT) diketahui berperan penting dalam patogenesis VAP serta meningkatkan Multidrug Resistance (MDR). Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fenotipik biofilm pada ETT dan hubungannya dengan MDR pada pasien VAP. Metode yang digunakan adalah literature review berdasarkan pedoman PRISMA dengan pencarian pada database PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar untuk periode 2021–2026. Sebanyak 42 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa biofilm terbentuk dalam 24–48 jam setelah intubasi dan memiliki karakteristik fenotipik berupa peningkatan densitas, ketebalan, serta kompleksitas matriks ekstraseluler yang berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antibiotik. Biofilm juga memfasilitasi pertukaran gen resistensi antar mikroorganisme, sehingga mempercepat perkembangan MDR. Temuan ini menegaskan bahwa biofilm pada ETT merupakan faktor kunci dalam patogenesis VAP dan kegagalan terapi antibiotik. Oleh karena itu, pendekatan berbasis biofilm diperlukan dalam strategi pencegahan dan tata laksana VAP untuk meningkatkan luaran klinis pasien.