Rorik Nanda Wulandari
UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM LIRIK LAGU “O, TUAN” KARYA .FEAST: KAJIAN SEMANTIK ABDUL CHAER: ANALYSIS OF DENOTATIVE AND CONOTATIVE MEANING IN THE LYRICS OF THE SONG “O, TUAN” BY .FEAST: A SEMANTIC STUDY BY ABDUL CHAER Aulia Sahara Zahwa; Rorik Nanda Wulandari; Rensi Brilian Fi Ilmi; Afghani Hamim Rofiqi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.114702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif dan konotatif melalui lirik lagu “O, Tuan” karya .Feast dengan menggunakan pendekatan teori Abdul Chaer. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualittatif dengan menggunakan teknik analisis isi, dimana keseluruhan teks lirik dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi makna konseptual (denotatif) dan makna asosiatif (konotatif) pada setiap kata maupun frasa. Hasil penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam sebelas temuan data yang bermakna denotatif dan sebelas temuan data yang bermaknakan konotatif. Temuan utama dalam penelitian mngungkapkan secara jelas bahwasannya lirik lagu “O, tuan” membangung narasi mengenai kerapuhan manusia di hadapan maut yang terbagi menjadi tiga tahapan emosional utama yang berkolerasi, yakni ketakutan, negosiasi, dan penerimaan. Metafora alam seperti bunga layu dan daun menguning mempresentasikan kefanaan hidup, sementara konsep waktu sebagai kutukan mencerminkan tekanan eksistensial yang mendalam. Repetisi frasa “namun jangan hari ini” mempertegas bahwa penerimaan terhadap kematian senantiasa dibayangi oleh rasa takut yang manusiawi. Dengan demikian diksi sederhana dalam lagu ini justru mempu menyuarakan pengalaman universal setiap manusia ketika berhadapan dengan batas akhir dari kehidupan.