Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif dan konotatif melalui lirik lagu “O, Tuan” karya .Feast dengan menggunakan pendekatan teori Abdul Chaer. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualittatif dengan menggunakan teknik analisis isi, dimana keseluruhan teks lirik dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi makna konseptual (denotatif) dan makna asosiatif (konotatif) pada setiap kata maupun frasa. Hasil penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam sebelas temuan data yang bermakna denotatif dan sebelas temuan data yang bermaknakan konotatif. Temuan utama dalam penelitian mngungkapkan secara jelas bahwasannya lirik lagu “O, tuan” membangung narasi mengenai kerapuhan manusia di hadapan maut yang terbagi menjadi tiga tahapan emosional utama yang berkolerasi, yakni ketakutan, negosiasi, dan penerimaan. Metafora alam seperti bunga layu dan daun menguning mempresentasikan kefanaan hidup, sementara konsep waktu sebagai kutukan mencerminkan tekanan eksistensial yang mendalam. Repetisi frasa “namun jangan hari ini” mempertegas bahwa penerimaan terhadap kematian senantiasa dibayangi oleh rasa takut yang manusiawi. Dengan demikian diksi sederhana dalam lagu ini justru mempu menyuarakan pengalaman universal setiap manusia ketika berhadapan dengan batas akhir dari kehidupan.
Copyrights © 2026