Latar belakang penelitian ini adalah perekutan mahasiswa baru Universitas Diponegoro Semarang jalur prestasi olahraga taekwondo sehingga dilakukan tes pengukuran kondisi fisik daya tahan untuk mengetahui tingkat VO2Max atlet karena peraturan terbaru pertandingan taekwondo lebih lama maka atlet taekwondo diharuskan memiliki daya tahan yang baik. Perekrutan atlet yang terbaik dilakukan dengan memilih atlet yang memiliki kondisi fisik dan keterampilan yang baik agar mampu berprestasi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat daya tahan calon mahasiswa baru sebagai dasar seleksi yang obyektif. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan survei menggunakan pengukuran komponen kondisi fisik yaitu multi fitnest test atau MFT. Sampel dalam penenlitian ini 148 atlet taekwondo yang mendaftar di universitas diponegoro melalui jalur prestasi olahraga. Analisis data yang digunakan dengan cara memasukan hasil penelitian kedalam skala penilaian yaitu baik sekali, baik, cukup, kurang dan kurang sekali. Hasil dari 148 atlet taekwondo yang mendaftar Universitas Diponegoro Semarang melalui jalur prestasi olahraga taekwondo didapatkan hasil tingkat VO2Max 19 atlet atau 19 % atlet kategori baik, 58 atlet atau 39% cukup, 65 atlet atau 44% kurang dan 6 atlet atau 4% kurang sekali. Rata rata VO2Max 35.4 ml/kg/menit, tertinggi 51.5 ml/kg/menit dan terendah 16.7 ml/kg/menit. Kesimpulan perekutan calon atlet dapat dilakukan dengan merekrut atlet dengan kondisi fisik dan keretampilan yang baik agar mampu berprestasi karena kondisi fisik yang baik akan berhubungan dengan prestasi yang baik. Manfaat penelitian ini agar mendapatkan calon mahsiswa baru dengan kondisi fisik yang baik dan sebagai bentuk keterbukaan dalam proses seleksi penerimaan atlet.