Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Penanganan Tanggap Darurat dan Pemulihan Pasca Banjir di Kabupaten Nagan Raya Apri Rotin Djusfi; Fiandy Mauliansyah; Yuliatul Muslimah; Irsadi Aristora; Iwan Doa Sampena; Muffaruddin Muffaruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 8, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v8i1.14509

Abstract

The flood disaster that occurred at the end of 2025 in Nagan Raya Regency, Aceh Province, had a significant impact on the fulfillment of basic needs in rural communities, particularly in relation to housing conditions, access to clean water, environmental health, and socio-economic activities. Such emergency conditions require a rapid, coordinated, and needs-based response. This article aims to describe the implementation of a Disaster Emergency Community Service Program conducted by Universitas Teuku Umar with funding support from the Directorate of Research and Community Service, Ministry of Higher Education, Science, and Technology. The community service activities were carried out in Drien Tujoh Village, Tripa Makmur District, as well as Blang Meurandeh, Kuta Tengoh, Blang Puuk, and Babah Suak Villages in Beutong Ateuh Banggalang District. The implementation employed a rapid response approach based on field needs, encompassing needs assessment, coordination with village authorities, procurement of aid, and direct distribution to affected communities. The assistance provided included food logistics, basic household necessities, and emergency-support technologies such as generators, water pumps, clean water distribution facilities, and field communication devices. The results indicate that the program contributed positively to meeting basic community needs during the emergency response phase and early post-disaster recovery. The distribution of aid and supporting technologies helped maintain access to clean water, support the continuity of social activities, and strengthen the capacity of village institutions in coordinating disaster response efforts. This program highlights the strategic role of higher education institutions in disaster management through a collaborative, responsive, and context-based approach. The program outputs include increased community empowerment, mass media publications, impact videos, and a scholarly article published in a community service journal.
Gerakan Madrasah Hijau: Penguatan Kesadaran Lingkungan Melalui Penanaman Pohon di MAN 2 Samatiga Aceh Barat Iwan Doa Sampena; Rahayu; Fitri Malini; Sylvia Dwi Cherly; Armal Saleh; Syafira Triyulia; Maya Ramadani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nqzys529

Abstract

Penanaman pohon di MAN 2 Samatiga merupakan gerakan untuk meningkatkan  kesadaran dan menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa sebagai langkah meningkatkan secara signifikan ruang terbuka hijau dan kenyamanan di kawasan sekolah. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu lingkungan di MAN 2 Samatiga melalui penanaman pohon sebagai bagian dari upaya penghijauan, menciptakan suasana sekolah yang teduh, memberikan manfaat ekologis yang berjangka panjang bagi madrasah. Metode yang digunakan melalui berberapa tahapan terencana, di antaranya observasi awal, koordinasi dan pemilihan jenis-jenis pohon, persiapan lahan dan penggalian lubang tanam, serta penanaman oleh 31 mahasiswa. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa mahasiswa berhasil menanam pohon sebanyak 50 bibit pohon seperti mangga, matoa, dan jamaika, di area MAN 2 Samatiga. Mahasiswa juga memastikan agar pohon terjaga dengan baik dengan membuat pagar jaring agar terhindar dari hewan yang dapat mengancam pertumbuhan pohon tersebut. Dalam beberapa tahun ke depan, pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu mengurangi suhu panas pada MAN 2 Samatiga.