Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Budaya Lokal dan Nasionalisme dalam Iklan Kuku Bima: Versi 'Jelajahi Surga Tersembunyi di NTT Energi Indonesia' sebagai Media Konstruksi Identitas Nasional Dwi Ismiati; Nani Dian Sari; Repi Justian
Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : CV. Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62630/t9ct7f79

Abstract

Kuku Bima Ener-G! merupakan salah satu produk minuman energi di Indonesia yang secara konsisten menghadirkan budaya Nusantara sebagai identitas visual dalam komunikasi iklannya. Pada tahun 2025, Kuku Bima Ener-G! merilis iklan komersial berjudul “Jelajahi Surga Tersembunyi di NTT Energi Indonesia!” yang tidak hanya merepresentasikan produk minuman energi, tetapi juga membangun citra nasionalisme melalui simbol-simbol budaya lokal dan kolaborasi visual dengan Wonderful Indonesia sebagai identitas resmi pariwisata nasional. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji dalam perspektif desain komunikasi visual dan semiotika karena memperlihatkan adanya integrasi antara identitas merek komersial dan identitas negara dalam satu narasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk membedah simbolisme budaya lokal dan nasionalisme dalam iklan Kuku Bima versi “Jelajahi Surga Tersembunyi di NTT Energi Indonesia!” melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretif karena diperlukan kajian mendalam terhadap adegan visual, narasi verbal, warna, tipografi, sinematografi, serta elemen budaya yang ditampilkan dalam iklan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi sistematis, dokumentasi screenshot adegan, dan studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan semiotika Roland Barthes melalui tahap denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal seperti Tari Caci, Rumah Adat Niang Wowang, kain tenun Songke Manggarai, serta lanskap Labuan Bajo tidak hanya direpresentasikan sebagai identitas budaya daerah, tetapi juga mengalami transformasi menjadi simbol nasionalisme melalui kehadiran logo Wonderful Indonesia. Penggunaan warna merah, tipografi bold italic, dan sinematografi dinamis membangun citra visual “Energi Indonesia” yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal. Melalui transformasi budaya tersebut, iklan Kuku Bima Ener-G! menunjukkan adanya strategi nationalist branding yang mengintegrasikan budaya lokal ke dalam komunikasi merek modern serta membangun mitos “patriotisme konsumsi” dalam masyarakat kontemporer. Kata kunci:  Identitas Visual, Kuku Bima Ener-G!, Nasionalisme, Semiotika Barthes