Vinka Tahiyatul Nurul Hikmah
Universitas Mahaputra Muhammad Yamin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba PT Gudang Garam Tbk Periode 2017-2021 Nidia Anggreni Das; Witra Maison; Adinda Putri Syahrila; Vinka Tahiyatul Nurul Hikmah; Nada Azizah Charnain
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 2 No. 3: January - March 2026
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v2i3.246

Abstract

Penelitian ini menganalisis Break Even Point (BEP) sebagai alat perencanaan laba pada PT Gudang Garam Tbk periode 2017–2021 menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan data laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BEP perusahaan mengalami fluktuasi akibat perubahan biaya dan volume penjualan, namun realisasi penjualan selalu berada di atas titik impas sehingga perusahaan tetap memperoleh laba. Analisis margin of safety menunjukkan tingkat keamanan penjualan yang baik. Dengan demikian, BEP terbukti efektif digunakan sebagai alat perencanaan laba dan pendukung pengambilan keputusan manajemen.
Peran Akuntan Forensik dalam Membaca Niat di Balik Angka pada Pembuktian Fraud Audit Investigatif Lili Wahyuni; Era Sonita; Vinka Tahiyatul Nurul Hikmah; Sarah Sarah; Jabil Rahmatullah; Hafitra Hafitra
Journal of Sharia Economics, Banking and Accounting Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jseba.v3i1.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana percepatan bagi UMKM syariah dengan memanfaatkan teknologi digital dan inklusi keuangan berdasar informasi terbaru dari lembaga pemerintah. Metode yang diterapkan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan menyelidiki dokumen dari laporan OJK, BPS, dan Bank Indonesia untuk periode 2024-2025. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya masalah struktural yang ditunjukkan oleh rendahnya jumlah kepemilikan NIB yang hanya mencapai 1,22% dan laporan keuangan resmi yang hanya 3,51%. Ada juga perbedaan besar sekitar 30,01% antara tingkat pemahaman keuangan syariah yang mencapai 43,42% dengan akses keuangan syariah yang hanya 13,41%. Perubahan digital seperti QRIS, fintech syariah, dan alat filantropi (CWLS) telah terbukti menjadi pendorong untuk meningkatkan efisiensi dalam operasi dan keterbukaan. Sebagai kesimpulan, percepatan UMKM membutuhkan kerjasama antara penguatan legalitas, kemampuan digital, dan penyelarasan peraturan yang sesuai dengan prinsip Maqashid Sharia untuk menutupi kekurangan dalam inklusi. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi UMKM di masa perubahan digital.