Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Production efficiency as a mediating mechanism linking financial management and agricultural institutions to farm profitability Musdalipa Musdalipa; Norhaedah; Sulfiana; Nurul Awaniah; Widyastuti Setianingsi Siri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036838000

Abstract

This study examines how financial management and agricultural institutions are associated with farm profitability through production efficiency as a mediating mechanism. The unit of analysis is the individual farm business managed by food-crop farmers in Maros Regency, South Sulawesi, Indonesia. A quantitative explanatory design was used, and survey data from 150 farmers were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that financial management and agricultural institutions have positive and significant relationships with production efficiency, with path coefficients of 0.667 and 0.490, respectively. Production efficiency is also positively related to farm profitability (0.618), while the direct relationships of financial management (0.222) and agricultural institutions (0.203) with profitability remain significant but smaller than their mediated pathways. Bootstrapping results indicate significant indirect effects from financial management to profitability through production efficiency (0.412) and from agricultural institutions to profitability through production efficiency (0.303), confirming partial mediation. The model explains 64.3% of the variance in production efficiency and 75.3% of the variance in farm profitability. These findings suggest that managerial and institutional interventions are more likely to improve profitability when they are explicitly directed toward more efficient input use, cost control, and productivity improvement.
Strategi Inovatif Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Makkatuo dalam Usaha Lebah Madu di Kabupaten Gowa Nusqar Majid; Musdalipa Musdalipa; Helda Ibrahim; La Sumange
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha lebah madu serta merumuskan strategi inovatif pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Makkatuo di Kabupaten Gowa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kuantitatif melalui Matriks IFE, EFE, SWOT, dan IE. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 25 responden anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan utama KTH Makkatuo meliputi organisasi kelompok yang terstruktur, pengetahuan dasar budidaya lebah, lokasi yang kaya pakan, dan modal sosial yang kuat, sedangkan kelemahannya adalah keterbatasan modal, keterampilan teknis, teknologi pengolahan, dan strategi bisnis. Dari sisi eksternal, peluang utama adalah meningkatnya permintaan pasar madu, dukungan pemerintah, ketersediaan pelatihan, serta tren produk organik, sedangkan ancamannya adalah perubahan iklim, deforestasi, hama penyakit, dan rendahnya partisipasi generasi muda.Nilai IFE (3,03) dan EFE (3,78) menempatkan KTH Makkatuo pada kuadran Grow and Build, sehingga strategi inovatif yang direkomendasikan adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan unit usaha bersama, diversifikasi produk lebah madu, pengembangan pemasaran digital dan branding produk organik, serta penerapan budidaya adaptif berbasis agroforestri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi inovatif berbasis kelembagaan, teknis, pemasaran, dan lingkungan mampu mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha madu hutan. Kata Kunci: Strategi Inovatif; Pemberdayaan; Lebah Madu; SWOT.