Nurilla Kholidah
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPY MUROTTAL TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Ach Kusairi; Nurilla Kholidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v6i3.3490

Abstract

Gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Tidur yang tidak adekuat pada lansia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko jatuh, penurunan fungsi kognitif, dan depresi (Aini et al., 2024). Di Indonesia, prevalensi gangguan tidur pada lansia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sebuah studi menunjukkan bahwa lebih dari 50% lansia di beberapa panti jompo di Indonesia melaporkan adanya gangguan tidur (Utami, 2021). Metode dalam penelitian ini mengunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif observasional pada lansia penderita gangguan tidur. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia penderita gangguan tidur. Adapun Intervensi yang diberikan berupa terapy murottal selama lima minggu berturut turut secara rutin. Pengukuran tingkat keparahan gangguan tidur di ukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index  (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa intervensi terapy murottal terhadap gangguan tidur pada Ny. S, di dapatkan hasil yang memuaskan. Yang mana hasil pengukuran menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)  sebelum dan setelah intervensi terapi murottal di dapatkan hasil yang menunjukkan penurunan yang signifikan dari skor 20 (kualitas tidur buruk) menjadi skor 5 (kualitas tidur baik). Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada seorang lansia dengan jenis kelamin perempuan, dapat disimpulkan bahwa intervensi pemberian terapy murottal dengan gejala gangguan tidur dapat memberikan hasil yang menurunkan gangguan tidur atau memper baiki pola tidur pada lansia.
Studi Kasus Penerapan Terapi Kompres Hangat Air Rebusan Serai Terhadap Tingkat Nyeri Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Ino Tri Wahyuningsih; Nurilla Kholidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v6i3.3502

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit sendi yang sering terjadi pada lansia akibat penumpukan kristal asam urat yang menimbulkan nyeri, bengkak, dan keterbatasan aktivitas. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah kompres hangat air rebusan serai. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan tingkat nyeri pada lansia penderita gout arthritis setelah pemberian terapi kompres hangat air rebusan serai. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada 2 responden lansia penderita gout arthritis yang mengalami nyeri sendi. Intervensi berupa kompres hangat air rebusan serai diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit setiap sesi. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada kedua responden. Pada responden pertama, skala nyeri menurun dari NRS 6 menjadi NRS 3, sedangkan pada responden kedua menurun dari NRS 5 menjadi NRS 3 setelah intervensi selama tiga hari. Terapi kompres hangat air rebusan serai menunjukkan potensi sebagai terapi pendamping nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri pada lansia dengan gout arthritis