Gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Tidur yang tidak adekuat pada lansia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko jatuh, penurunan fungsi kognitif, dan depresi (Aini et al., 2024). Di Indonesia, prevalensi gangguan tidur pada lansia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sebuah studi menunjukkan bahwa lebih dari 50% lansia di beberapa panti jompo di Indonesia melaporkan adanya gangguan tidur (Utami, 2021). Metode dalam penelitian ini mengunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif observasional pada lansia penderita gangguan tidur. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia penderita gangguan tidur. Adapun Intervensi yang diberikan berupa terapy murottal selama lima minggu berturut turut secara rutin. Pengukuran tingkat keparahan gangguan tidur di ukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa intervensi terapy murottal terhadap gangguan tidur pada Ny. S, di dapatkan hasil yang memuaskan. Yang mana hasil pengukuran menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan setelah intervensi terapi murottal di dapatkan hasil yang menunjukkan penurunan yang signifikan dari skor 20 (kualitas tidur buruk) menjadi skor 5 (kualitas tidur baik). Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada seorang lansia dengan jenis kelamin perempuan, dapat disimpulkan bahwa intervensi pemberian terapy murottal dengan gejala gangguan tidur dapat memberikan hasil yang menurunkan gangguan tidur atau memper baiki pola tidur pada lansia.
Copyrights © 2026