Urgensi penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan kepala desa memengaruhi implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik dalam mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Desa Ganra, Kabupaten Soppeng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan Kepala Desa dalam implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik di Desa Ganra, Kabupaten Soppeng. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya kepemimpinan diterapkan dalam mendorong transparansi pemerintahan desa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik terdapat empat gaya kepemimpinan yang diterapkan secara situasional, yaitu gaya direktif, konsultatif, partisipatif, dan delegatif. Namun, gaya kepemimpinan yang dominan adalah gaya konsultatif. Dominasi tersebut tercermin dalam praktik musyawarah desa, mekanisme konsultasi terbuka, penyampaian informasi anggaran secara transparan, serta komunikasi langsung antara pemerintah desa dan masyarakat. Gaya kepemimpinan konsultatif terbukti mendorong peningkatan transparansi, memperkuat kepercayaan publik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan desa. Faktor-faktor yang memengaruhi gaya kepemimpinan meliputi tingkat pengetahuan kepala desa, pengalaman organisasi, kapasitas manajerial, serta karakter personal pemimpin.