Nurul Amalia Silviyanti Siswoyo
Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Debit Pemberian Air Irigasi Pada Saluran Irigasi Tersier Di DAS Bluncong Nurul Amalia Silviyanti Siswoyo; Ani Listriyana; Muhammad Nur Zuhudil Wahyudi
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v4i01.8362

Abstract

Ketersediaan air irigasi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman merupakan faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Namun, ketidaksesuaian antara debit air yang direncanakan dan debit aktual di lapangan sering menyebabkan distribusi air tidak optimal pada jaringan irigasi tersier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian debit pemberian air irigasi pada saluran irigasi tersier di DAS Bluncong, Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso. Sungai Bluncong berperan penting sebagai sumber irigasi untuk lahan pertanian dengan luas 205 hektar. Penelitian dilakukan selama November 2023 hingga Februari 2024 dengan menggunakan metode pengukuran debit air menggunakan bangunan ukur Ambang Lebar (Drempel) serta analisis perbandingan dengan data rencana tata tanam dari UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Prajekan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekurangan debit air pada beberapa titik akibat sedimentasi, evaporasi, dan faktor lainnya. Nilai selisih debit air rata-rata menunjukkan kekurangan air bervariasi antara -7,67 l/dt hingga -182,41 l/dt, dengan rata-rata kekurangan debit air per hektar berkisar antara 1,33 l/dt hingga 1,88 l/dt. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan irigasi yang lebih efisien agar distribusi air dapat memenuhi kebutuhan pertanian secara optimal.
Analisis Dampak Lingkungan Pembangunan Tambak Menggunakan Metode Matriks Leopold (Studi Kasus: Salah Satu Tambak di Situbondo) Ani Listriyana; Muhammad Nur Zuhudil Wahyudi; Nurul Amalia Silviyanti Siswoyo
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v4i01.8361

Abstract

Pembangunan tambak di wilayah pesisir berpotensi menimbulkan dampak terhadap komponen lingkungan fisik, biotik, dan sosial ekonomi sehingga memerlukan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai instrumen penting dalam pengambilan keputusan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi besaran dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan dan operasional tambak menggunakan metode Matriks Leopold. Lokasi penelitian berada di kawasan pesisir Kabupaten Situbondo dengan koordinat (-7.700317, 113.918513). Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada tiga titik pengamatan yang mewakili area sekitar tambak dan perairan pesisir. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (pH, suhu, salinitas, warna, bau, dan kekeruhan), kondisi tanah dan sedimen, keberadaan dan keanekaragaman biota pesisir, serta aktivitas sosial ekonomi masyarakat sekitar. Setiap aktivitas kegiatan dianalisis keterkaitannya dengan komponen lingkungan melalui Matriks Leopold dan diberi skor dampak positif atau negatif berdasarkan intensitas, skala, dan durasi dampak. Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak negatif utama meliputi peningkatan sedimentasi dengan nilai dampak (−4), penurunan estetika kawasan (−3), peningkatan kekeruhan air (−3), serta kebisingan akibat aktivitas operasional tambak (−2). Sementara itu, dampak positif terbesar terdapat pada aspek sosial ekonomi berupa peningkatan peluang kerja bagi masyarakat lokal dengan nilai dampak (+5). Secara keseluruhan, hasil Matriks Leopold menunjukkan bahwa kegiatan tambak menimbulkan dampak lingkungan tingkat sedang sehingga memerlukan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.