Ruhut Parningotan Tambunan
Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Integritas Dan Moralitas Remaja Melalui Pendidikan Agama Kristen Di Tengah Disrupsi Budaya Digital Ruhut Parningotan Tambunan; Theresa Dian Christi; Yonatan Alex Arifianto
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54369/ajtpk.v5i1.109

Abstract

Abstract: The disruption caused by digital culture has transformed the patterns of interaction, character development, and spiritual life of Christian adolescents, thereby presenting new challenges to their integrity and morality. The rapid flow of information, a culture of instant gratification, and a lack of ethical oversight are driving the degradation of values and the weakening of character grounded in biblical teachings. These conditions underscore the importance of Christian Religious Education as a means of character formation capable of instilling faith-based values in a contextually relevant manner in the digital age. This study aims to analyze the role of Christian Religious Education in strengthening the integrity and morality of adolescents amid digital cultural disruption. The research employs a descriptive qualitative approach based on a literature review, utilizing content analysis techniques to examine various works in theology and Christian education. The results indicate that Christian Religious Education plays a strategic role in building adolescents’ integrity, morality, and spirituality through the internalization of biblical values. Faith-based digital literacy, transformative learning, and the strengthening of faith communities are effective strategies for addressing the challenges of digital culture. It is concluded that Christian Religious Education must holistically integrate character development, spiritual growth, and digital ethics. This approach can enhance adolescents’ moral resilience against the negative influences of technology. Synergy among families, churches, and educational institutions is a crucial factor in shaping a generation that is principled, moral, and Christ-centered.   Abstrak: Disrupsi budaya digital telah mengubah pola interaksi, pembentukan karakter, dan kehidupan spiritual remaja Kristen sehingga memunculkan tantangan baru terhadap integritas dan moralitas. Arus informasi yang cepat, budaya instan, serta minimnya kontrol etis mendorong terjadinya degradasi nilai dan melemahnya karakter yang berlandaskan ajaran Alkitab. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya Pendidikan Agama Kristen sebagai sarana pembentukan karakter yang mampu menanamkan nilai iman secara kontekstual di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Kristen dalam memperkuat integritas dan moralitas remaja di tengah disrupsi budaya digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan teknik analisis isi terhadap berbagai literatur teologi dan pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen berperan strategis dalam membangun integritas, moralitas, dan spiritualitas remaja melalui internalisasi nilai-nilai Alkitabiah. Literasi digital berbasis iman, pembelajaran transformatif, dan penguatan komunitas iman menjadi strategi efektif dalam menghadapi tantangan budaya digital. Disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen harus mengintegrasikan pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan etika digital secara holistik. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan ketahanan moral remaja terhadap pengaruh negatif teknologi. Sinergi antara keluarga, gereja, dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang berintegritas, bermoral, dan berpusat pada Kristus.
Menjembatani Teknologi dan Spiritualitas: Model Holistik Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pembelajaran Digital Marsiana Yupi; Ruhut Parningotan Tambunan; Mesida Ndruru
JOURNAL of THEOLOGICAL STUDENTS Vol. 15 No. 1 (2026): Regular Issue, Volume 15 Number 1 (2026)
Publisher : STT Kristus Alfa Omega

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37465/journaltheologi.v15i1.590

Abstract

This study aims to analyze the professionalism of Christian Religious Education teachers in addressing pedagogical challenges in the era of digital learning, as well as strategies to strengthen it in fostering students’ character and spirituality. The method used is descriptive qualitative research through a literature review, examining various relevant scientific sources. The results of the literature review indicate that digital transformation promotes more interactive, collaborative, and flexible learning; however, it also presents challenges in the form of limited digital literacy among teachers, a decline in the depth of pedagogical relationships, and the risk of a reduction in spiritual values in online learning. This study offers a model of holistic Christian Religious Education teacher professionalism that integrates theological, pedagogical, digital, and spiritual dimensions as a conceptual framework to strengthen reflective learning, Christian character formation, and contextual faith development in the digital age. In conclusion, the judicious and contextual integration of technology can support the creation of transformative, relevant, and holistic Christian Religious Education.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membentuk Etika Pada Anak Usia Dini Ruhut Parningotan Tambunan
Logia Vol 7, No 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i1.304

Abstract

Abstrak:Pendidikan agama Kristen sangat penting dalam membentuk etika anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pendidikan agama Kristen dapat berkontribusi pada perkembangan nilai-nilai etika pada anak-anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis literatur, penelitian ini mengeksplorasi metode dan strategi dalam pendidikan agama Kristen untuk mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan rasa hormat. Metode yang digunakan termasuk cerita Alkitab, lagu-lagu rohani, dan kegiatan kreatif, yang sangat efektif dalam mengajarkan prinsip-prinsip etika Kristen. Studi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas gereja sebagai ekosistem holistik untuk mendukung pembelajaran moral anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen efektif dalam membantu anak membuat keputusan yang beretika dan bertanggung jawab sejak dini. Keunikan penelitian ini terletak pada pendekatan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan gereja sebagai ekosistem holistik. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran interaktif berbasis kasih menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan relevan bagi anak usia dini, yang belum banyak dibahas dalam kajian sebelumnya.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Etika, Anak Usia Dini