Feriana Rizkia Amin
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI AGENSI PEREMPUAN SASAK DALAM MERESPONS MODERNITAS PADA FILM "PEREMPUAN SASAK TERAKHIR" Feriana Rizkia Amin; Andrik Purwasito; Eka Nada Shofa Alkhajar
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27438

Abstract

Studi ini meneliti film Perempuan Sasak Terakhir (2012) sebagai teks etnografi visual yang menantang bias pro-inovasi dalam Teori Difusi Inovasi. Dengan menggunakan analisis konten kualitatif dari 126 adegan, penelitian ini menunjukkan bahwa artefak budaya material, khususnya mode (45,5%), bertindak sebagai pendorong utama konflik dalam 88,9% film tersebut. Temuan tersebut menggarisbawahi kontras yang jelas antara agensi hibrida Anjani, yang menegosiasikan pengaruh modern sambil tetap berakar pada nilai-nilai adat, dan keterasingan Wati yang disebabkan oleh rendahnya kompatibilitas inovasi perkotaan dalam sistem budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menjembatani kesenjangan antara budaya material dan teori difusi inovasi dalam konteks perempuan Sasak pribumi. Penelitian ini menawarkan kerangka kerja untuk studi masa depan guna meneliti ketahanan budaya di destinasi wisata super-prioritas lainnya yang menghadapi transformasi modern yang cepat. Model agensi hibrida selektif ini dapat direplikasi untuk penelitian di masa mendatang dalam konteks masyarakat adat lainnya di Indonesia yang menghadapi ancaman modernitas serupa, seperti di daerah tujuan super prioritas lainnya, untuk memperkaya kekayaan komunikasi visual dan strategi pelestarian budaya di Indonesia.