Yulia Adhisty
Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN DENGAN MASSAGE EFFLEURAGE DAN KOMPRES WARM WATER ZAK UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG KEHAMILAN TRIMESTER III Nurul Ariningtyas; Indah Sayekti Eka Wahyudya; Yulia Adhisty; Sri Widarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Massage Effleurage yaitu gerakan ringan berirama yang dilakukan pada seluruh permukaan tubuh. Tujuannya adalah memperlancar peredaran darah dan cairan getah bening/limfe, mengurangi nyeri dan ketegangan otot. Kompres warm water zak merupakan tindakan dengan memberikan kompres hangat bertujuan memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah terjadinya spasme otot, dan memberikan rasa hangat Tujuan: Asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil selama masa hamil sampai dengan KB dengan massage effleurage dan kompres warm water zak untuk mengurangi nyeri punggung kehamilan trimester III. Metode: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan yang dilakukan pada Ny “N” dengan pemberian massage effleurage dan kompres warm water zak untuk mengurangi nyeri punggung di TPMB Octaviani Ratika Putri Sleman Yogyakarta dengan pendekatan managemen kebidanan dimulai dari masuknya ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir hingga pemilihan KB. Hasil: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny “N” dengan pemberian Massage Effleurage dan Kompres warm water zak untuk mengurangi nyeri punggung di TPMB Octaviani Ratika Putri Sleman Yogyakarta berhasil. Setelah dilakukan pengobservasian kunjungan 4x selama 4 hari Tingkat nyeri punggung berkurang ditandai dengan menurunnya angka skala nyeri NRS. Kata kunci: Asuhan, Kebidanan, Berkelanjutan, Massage Effleurage, Kompres, Warm Water Zak. ABSTRACT Background: Effleurage Massage is a light rhythmic movement performed on the entire surface of the body. The purpose is to improve blood circulation and lymphatic fluid flow, reduce pain and muscle tension. A warm water compress is an action that involves applying a warm compress to meet comfort needs, alleviate or relieve pain, reduce or prevent muscle spasms, and provide warmth. Objectives: Sustainable Midwifery Care provided to Mrs. 'N' with the application of Effleurage Massage and warm water compresses to reduce back pain. Methods: Sustainable Midwifery Care provided to Mrs. 'N' with the application of Effleurage Massage and warm water compresses to reduce back pain at TPMB Octaviani Ratika Putri Sleman Yogyakarta, using a midwifery management approach starting from the arrival of pregnant women in the third trimester, laboring mothers, postpartum mothers, newborns to family planning selection. Results: Sustainable Midwifery Care for Mrs. 'N' with the provision of Effleurage Massage and warm water compresses to reduce back pain at TPMB Octaviani Ratika Putri Sleman Yogyakarta was successful. After conducting observations through 4 visits over 4 days, the back pain level decreased as indicated by a drop in the NRS pain scale. Keywords: Care, Midwifery, Continuous, Massage Effleurage, Warm Water Zak
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA Ny S DENGAN PEMBERIAN KOMPRES JAHE MERAH DAN CAT COW POSE UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG DI TPMB FITRI SLEMAN Yulia Adhisty
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA Ny S DENGAN PEMBERIAN KOMPRES JAHE MERAH DAN CAT COW POSE UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG DI TPMB FITRI SLEMAN CONTINUITY OF CARE IN MRS “S” WITH THE GIVING OF RED GINGER COMPRESS AND CAT COW POSE TO REDUCE BACK PAIN IN PREGNANCY AT FITRI CLINIC SLEMAN Yulia Adhisty1, Nurul Ariningtyas2, Alysa Salsabila 3, Reni Hariyanti4 123 Universitas Islam Mulia Yogyakarta Yogyakarta, 4STIKES Keluarga Bunda Jambi Ruang Lingkup Asuhan : Kompres merupakan pemeliharaan suhu tubuh dengan cairan yang dapat menimbulkan hangat pada tubuh dengana tujuan untuk memberi rasa hangat. Adapun kompres jahe merah dapat mengurangi nyeri karena jahe memiliki efek farmakologis yang dapat meredakan rasa nyeri. Sedangkan cat cow pose merupakan dua gerakan yang mengalir secara bergantian, membentuk gerakan yang lembut dan mengalir antara cat pose dan cow pose. Pelaksanaan Asuhan: Pelayanan asuhan kebidanan berkelanjutan dilakukan pada Ny. S dari masa hamil trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir sampai KB yang dilaksanakan secara berkesinambungan dimulai dari pengambilan data subjektif, hasil pemeriksaan dan data objektif.. Evaluasi : : Asuhan dengan pemberian kompres jahe merah dan cat cow pose berhasil, dibuktikan dengan nyeri ibu berkurang dan bahkan tidak muncul serta dalam skala Wong Baker tingkat nyeri ibu sebelum dilakukan asuhan berada di angka 6 setelah dilakukan kompres jahe merah dan cat cow pose selama tujuh hari berturut-turut nyeri ibu berada di angka 0. Kesimpulan dan Saran: Asuhan yang diberikan pada Ny. S selama masa hamil trimester III hingga KB tidak ditemukan adanya masalah/komplikasi dan asuhan berhasil dilakukan. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan atau mengembangkan metode asuhan ini
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN DENGAN PEMBERIAN SEDUHAN TEH BUNGA TELANG UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI KLINIK ZAM- ZAM MEDICA yulia adhisty
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67157/jik.v7i1.168

Abstract

INTISARI Latar Belakang : Asuhan kebidanan berkelanjutan merupakan pelayanan menyeluruh yang diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Pada laporan ini, asuhan difokuskan pada ibu nifas dengan pemberian seduhan teh bunga telang (Clitoria ternatea) untuk mempercepat penyembuhan luka perineum. Bunga telang diketahui mengandung flavonoid, dan terpenoid yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta mendukung regenerasi jaringan. Kandungan tersebut berperan dalam mempercepat proses epitelisasi, mengurangi risiko infeksi, serta mempercepat pemulihan ibu pasca persalinan. Pelaksanaan Asuhan : Pelayanan asuhan kebidaan berkelanjutan dilakukan pada Ny. K secara continuity of care dengan pendekatan manajemen kebidanan metode SOAP dan Varney. Pemberian seduhan teh bunga telang dilakukan sejak masa nifas sebagai terapi tambahan, dilaksanakan di Klinik Zam-Zam Medica serta melalui kunjungan rumah. Asuhan difokuskan pada pengkajian kondisi ibu, konseling, pendampingan, serta pemantauan proses penyembuhan luka perineum. Evaluasi : Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada hari ke-5 masa nifas, luka perineum Ny. K mengalami penyembuhan lebih cepat dibandingkan waktu normal (7–8 hari). Luka tampak kering, menutup baik, dan tidak menunjukkan tanda infeksi sesuai dengan kriteria REEDA. Kesimpulan dan Saran : Pemberian seduhan teh bunga telang terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka perineum. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi herbal yang aman, alami, efektif, serta terjangkau untuk mendukung praktik asuhan kebidanan berkelanjutan. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan Berkelanjutan, Nifas, Luka Perineum, The bunga Telang. ABSTRACK Background This study presents continuity of midwifery care for a postpartum mother with the intervention of butterfly pea (Clitoria ternatea) tea to accelerate perineal wound healing. The plant contains flavonoids, anthocyanins, tannins, and terpenoids, which act as antioxidants, anti-inflammatory, antibacterial agents, and support tissue regeneration. Implementation of care: : Care was provided from the third trimester of pregnancy through childbirth, postpartum, newborn care, and family planning, with butterfly pea tea given during the postpartum period. Using the SOAP and Varney approaches, care included assessment, counseling, support, and wound monitoring. Evaluation: Showed that by day 5 postpartum, the perineal wound had healed faster than the average 7–8 days. The wound appeared dry with no signs of infection, and closure met REEDA criteria. Conclusions and suggestions: Butterfly pea tea effectively accelerates perineal wound healing in postpartum mothers. Continuity of midwifery care not only improves service quality but also offers a safe, natural, effective, and affordable herbal therapy option for postnatal recovery. Keywords: Continuity of care, Postpartum, Perineal Wounds, Butterfly Pea Tea