Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme sebagai Upaya Pencegahan Pencemaran Air dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan di Perumahan Mutiara Koto Tinggi 2 Kabupaten Kampar Sri Hardianti; Sumianto Sumianto; Rizki Rahmawati; Joni Irawan; Sidri Rizqi Yuniati
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.149

Abstract

Peningkatan sampah organik rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama pencemaran air, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Salah satu upaya penanganannya adalah melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai upaya pencegahan pencemaran air dan peningkatan kesehatan lingkungan di Perumahan Mutiara Koto Tinggi 2 Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, demonstrasi, praktik pembuatan eco-enzyme, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan. Sebelum kegiatan, peserta dengan tingkat pengetahuan tinggi berjumlah 6 orang (30%) dan meningkat menjadi 17 orang (85%) setelah pelatihan, sedangkan peserta dengan tingkat pengetahuan rendah menurun dari 14 orang (70%) menjadi 3 orang (15%). Selain itu, seluruh peserta mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri, mulai dari pemilahan limbah organik hingga penyimpanan dalam wadah fermentasi. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan bahwa penyuluhan yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini juga memperkuat peran ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan eco-enzyme dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk mendukung pencegahan pencemaran air dan peningkatan kesehatan lingkungan.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme sebagai Upaya Pencegahan Pencemaran Air dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan di Perumahan Mutiara Koto Tinggi 2 Kabupaten Kampar Sri Hardianti; Sumianto Sumianto; Rizki Rahmawati; Joni Irawan; Sidri Rizqi Yuniati
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.149

Abstract

Peningkatan sampah organik rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama pencemaran air, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Salah satu upaya penanganannya adalah melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai upaya pencegahan pencemaran air dan peningkatan kesehatan lingkungan di Perumahan Mutiara Koto Tinggi 2 Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, demonstrasi, praktik pembuatan eco-enzyme, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan. Sebelum kegiatan, peserta dengan tingkat pengetahuan tinggi berjumlah 6 orang (30%) dan meningkat menjadi 17 orang (85%) setelah pelatihan, sedangkan peserta dengan tingkat pengetahuan rendah menurun dari 14 orang (70%) menjadi 3 orang (15%). Selain itu, seluruh peserta mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri, mulai dari pemilahan limbah organik hingga penyimpanan dalam wadah fermentasi. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan bahwa penyuluhan yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini juga memperkuat peran ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan eco-enzyme dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk mendukung pencegahan pencemaran air dan peningkatan kesehatan lingkungan.
Analisis Tingkat Kesadaran Penghuni Asrama terhadap Konservasi Air di Rusunawa Putri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Sri Hardianti; Dessyka Febria; Rizki Rahmawati; Sumianto Sumianto; Berlian Arfian
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.792

Abstract

Konservasi air merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air, terutama di lingkungan hunian dengan tingkat konsumsi air yang tinggi, seperti rumah susun mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran penghuni Rusunawa Putri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai terhadap konservasi air berdasarkan aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 30 penghuni Rusunawa Putri yang seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penghuni berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,30, sedangkan sikap dan tingkat kesadaran berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata masing-masing 3,03. Sementara itu, tindakan konservasi air berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 1,87. Temuan ini mengindikasikan adanya knowledge, attitude, practice gap, yaitu tingginya tingkat pengetahuan belum diikuti oleh perilaku konservasi air yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan, penyediaan fasilitas pendukung, serta penguatan program konservasi air yang berkelanjutan di lingkungan Rusunawa.
Analisis Tingkat Kesadaran Penghuni Asrama terhadap Konservasi Air di Rusunawa Putri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Sri Hardianti; Dessyka Febria; Rizki Rahmawati; Sumianto Sumianto; Berlian Arfian
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.792

Abstract

Konservasi air merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air, terutama di lingkungan hunian dengan tingkat konsumsi air yang tinggi, seperti rumah susun mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran penghuni Rusunawa Putri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai terhadap konservasi air berdasarkan aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 30 penghuni Rusunawa Putri yang seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penghuni berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,30, sedangkan sikap dan tingkat kesadaran berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata masing-masing 3,03. Sementara itu, tindakan konservasi air berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 1,87. Temuan ini mengindikasikan adanya knowledge, attitude, practice gap, yaitu tingginya tingkat pengetahuan belum diikuti oleh perilaku konservasi air yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan, penyediaan fasilitas pendukung, serta penguatan program konservasi air yang berkelanjutan di lingkungan Rusunawa.