Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Metode Pirolisis Terhadap Rendemen Arang Hayati dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Variasi Bentuk Bahan dan Sistem Pembakaran: The Effect of Pyrolysis Method on the Yield of Biochar from Empty Oil Palm Fruit Bunches with Variations in Material Form and Combustion System Zafitra Zafitra; Riskia Trizayuni; Roy Ibrahim; Muhammad Joehari Jamili; Muhammad Amrul Khoiri; Joni Irawan; Heralda Fawrin; Yeni Etma Nazar; Panji Romadhan
Acta Solum Vol. 3 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Department of Soil, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/actasolum.v3i2.3299

Abstract

This study aimed to determine the effect of pyrolysis methods on the biochar yield from oil palm empty fruit bunches (EFB) using variations in material form and combustion systems. The research was conducted from March to May 2025 in Sorek Satu, Pelalawan Regency, Riau Province, and in the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Riau University. The study consisted of several treatments: (1) whole EFB – external semi-vacuum combustion, (2) shredded EFB – external semi-vacuum combustion, (3) whole EFB – total internal vacuum combustion, and (4) shredded EFB – total internal vacuum combustion. Collected data from the study were analyzed using descriptive statistics. The results showed that external semivacuum pyrolysis produced a higher biochar yield compared to total internal vacuum pyrolysis, with the highest yield from whole EFB at 45.6% and shredded EFB at 32.8%. The total internal vacuum system failed to produce biochar and only resulted in dry material without undergoing carbonization. The chemical characteristics from the external semi-vacuum combustion system indicated that biochar from whole EFB had higher contents of carbon, potassium, magnesium, boron, and pH, while biochar from shredded EFB tended to have higher contents of nitrogen, calcium, and iron.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme sebagai Upaya Pencegahan Pencemaran Air dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan di Perumahan Mutiara Koto Tinggi 2 Kabupaten Kampar Sri Hardianti; Sumianto Sumianto; Rizki Rahmawati; Joni Irawan; Sidri Rizqi Yuniati
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.149

Abstract

Peningkatan sampah organik rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama pencemaran air, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Salah satu upaya penanganannya adalah melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai upaya pencegahan pencemaran air dan peningkatan kesehatan lingkungan di Perumahan Mutiara Koto Tinggi 2 Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, demonstrasi, praktik pembuatan eco-enzyme, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan. Sebelum kegiatan, peserta dengan tingkat pengetahuan tinggi berjumlah 6 orang (30%) dan meningkat menjadi 17 orang (85%) setelah pelatihan, sedangkan peserta dengan tingkat pengetahuan rendah menurun dari 14 orang (70%) menjadi 3 orang (15%). Selain itu, seluruh peserta mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri, mulai dari pemilahan limbah organik hingga penyimpanan dalam wadah fermentasi. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan bahwa penyuluhan yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini juga memperkuat peran ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan eco-enzyme dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk mendukung pencegahan pencemaran air dan peningkatan kesehatan lingkungan.
Workshop Agroforestry: Tumpang Sari Kopi di Kebun Sawit pada Kelompok Tani di Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Riau Enriski Efrata; M. Amrul Khoiri; Puan Habibah; Joni Irawan; Fetmi Silvina; Zafitra; Nisa Azzahra Gusviani; Freddy Alexander Simatupang; Ahmad Alwi Azhari; Gian Juliano; Ahmad Imtaz Sumbari
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v3i1.35

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab rendahnya diversifikasi usaha tani dan tingginya ketergantungan petani Desa Tanjung Kuras terhadap komoditas sawit yang rentan akan fluktuasi harga dan penurunan pendapatan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan sistem agroforestri berkelanjutan yang adaptif pada lahan gambut melalui integrasi budidaya kopi Liberika sebagai tanaman sela yang berpotensi meningkatkan pendapatan alternatif. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi teknis, serta praktik lapangan terkait teknik budidaya, pengelolaan hama dan penyakit, penanganan pascapanen, serta tata niaga dan pengembangan UMKM kopi. Hasil kegiatan menunjukkan perkembangan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, terutama dalam teknik penanaman, identifikasi dini OPT, dan pemahaman nilai tambah produk kopi melalui hilirisasi. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya inisiatif petani untuk mengembangkan kelompok tani, memperkuat jejaring kemitraan desa, serta membuka peluang pengembangan model agroforestri yang produktif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat serta menjadi dasar penting bagi pendampingan lanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme sebagai Upaya Pencegahan Pencemaran Air dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan di Perumahan Mutiara Koto Tinggi 2 Kabupaten Kampar Sri Hardianti; Sumianto Sumianto; Rizki Rahmawati; Joni Irawan; Sidri Rizqi Yuniati
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.149

Abstract

Peningkatan sampah organik rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama pencemaran air, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Salah satu upaya penanganannya adalah melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai upaya pencegahan pencemaran air dan peningkatan kesehatan lingkungan di Perumahan Mutiara Koto Tinggi 2 Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, demonstrasi, praktik pembuatan eco-enzyme, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan. Sebelum kegiatan, peserta dengan tingkat pengetahuan tinggi berjumlah 6 orang (30%) dan meningkat menjadi 17 orang (85%) setelah pelatihan, sedangkan peserta dengan tingkat pengetahuan rendah menurun dari 14 orang (70%) menjadi 3 orang (15%). Selain itu, seluruh peserta mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri, mulai dari pemilahan limbah organik hingga penyimpanan dalam wadah fermentasi. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan bahwa penyuluhan yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini juga memperkuat peran ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan eco-enzyme dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk mendukung pencegahan pencemaran air dan peningkatan kesehatan lingkungan.
Pengenalan Budidaya Kelapa Genjah dengan Sistem Agroforestry di Kepenghuluan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir Zafitra Zafitra; Muhammad Amrul Khoiri; Arman Effendi AR; Sri Yoseva; Erlida Ariani; Nurbaiti Nurbaiti; Joni Irawan; Muhammad Ali; Tengku Nurhidayah; Ira Herawati
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.2.135-139

Abstract

Pengembangan budidaya kelapa genjah melalui sistem agroforestry merupakan salah satu pendekatan strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan, diversifikasi usaha tani, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai teknik budidaya kelapa genjah berbasis agroforestry di Kepenghuluan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi lapangan, diskusi partisipatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas transfer pengetahuan. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang petani. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 52,50 meningkat menjadi 93,13 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,86 yang termasuk kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif meningkatkan kapasitas pengetahuan peserta terkait budidaya kelapa genjah dan penerapan sistem agroforestry. Selain meningkatkan pemahaman teknis budidaya, kegiatan ini juga memperkenalkan manfaat agroforestry dalam optimalisasi lahan, diversifikasi pendapatan, konservasi lingkungan, dan penguatan ketahanan pertanian masyarakat. Introduksi budidaya kelapa genjah berbasis agroforestry berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat menuju sistem pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Penyuluhan Gejala Defisiensi Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit Dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Di Desa Sungai Majo Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir M. Amrul Khoiri; Zafitra Zafitra; Joni Irawan; Riskia Trizayuni; Besri Nasrul; Sri Yoseva; Heralda Fawrin; Purwasandi Purwasandi
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.273-78

Abstract

This extension activity was carried out in Sungai Majo Village, Kubu Sub-district, Rokan Hilir Regency with the objective of enhancing the knowledge and skills of oil palm farmers in recognizing nutrient deficiency symptoms and implementing strategies for plant pest organism control. The methods applied included lectures, participatory discussions, and field demonstrations. The materials delivered covered the identification of nutrient deficiency symptoms of both macro and micro elements, such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), magnesium (Mg), and boron (B), along with their implications for plant growth and productivity. In addition, information was provided on common PPOs found in oil palm plantations and appropriate control techniques based on the principles of integrated crop management. The evaluation results showed an increase in farmers' understanding of nutrient deficiency symptoms from 30% before the activity to 75% after the activity, as well as an increase in understanding of OPT control from 40% to 70%. More than 80% of participants were able to independently identify symptoms of K and Mg deficiencies, and 75% of participants understood balanced fertilization techniques according to recommendations. Farmers also became more capable of recognizing pest attacks and understood environmentally friendly control alternatives, including mechanical, cultural, and biological approaches. Overall, this activity contributed to strengthening farmers’ capacity in sustainable oil palm management.