p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Education Curiosity
Senja Arfiatus Sakinah
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Islam Kontemporer: Globalisasi, Integrasi Ilmu, dan Penguatan Karakter Rhaditya Candra; Senja Arfiatus Sakinah; Uyun Nurrohmah; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2100

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi berbagai tantangan kompleks seiring dengan perkembangan globalisasi dan digitalisasi yang mengubah pola pikir, perilaku, serta sistem pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis arah dan tantangan pendidikan Islam dalam merespons perubahan tersebut, khususnya dalam aspek integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, penguatan pendidikan karakter, serta moderasi beragama. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi dan digitalisasi membawa peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan Islam, terutama dalam menjaga identitas keislaman di tengah arus modernisasi. Integrasi ilmu dan nilai Islam menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan tidak terfragmentasi. Selain itu, pendidikan karakter dan moderasi beragama berperan penting dalam membentuk generasi yang toleran, inklusif, dan berakhlak mulia. Di sisi lain, pemikiran klasik Islam tetap relevan untuk direaktualisasikan sebagai landasan normatif dalam menjawab persoalan kontemporer. Dengan demikian, diperlukan upaya sistematis dan inovatif dalam mengembangkan pendidikan Islam yang adaptif, integratif, dan kontekstual di era modern.
Fondasi Filosofis Pendidikan Islam: Integrasi Al-Quran, Hadits, dan Pemikiran Ulama menuju Pembentukan Insan Kamil M Yunus Abu Bakar; Rhaditya Candra Ariyanto; Senja Arfiatus Sakinah; Syifa Nuril Irbah
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2108

Abstract

Filsafat Pendidikan Islam adalah studi yang mendalam tentang esensi, tujuan, dan cara-cara dalam pendidikan yang berasal langsung dari ajaran Islam. Tujuannya adalah membentuk manusia yang sempurna, beriman, memiliki ilmu, dan berakhlak yang baik, di tengah perubahan dunia yang semakin global dan semakin sekular. Penelitian ini menemukan tiga sumber utama yang saling melengkapi: Al-Qur'an dan Hadis sebagai dasar normatif dan teologis, pemikiran para ulama dan filsuf Muslim sebagai refleksi intelektual, serta konteks sosial dan empiris sebagai penerapan yang dinamis. Al-Qur’an menyediakan prinsip ontologis manusia (QS. Al-Tin: 4) dan epistemologis ilmu (QS. Al-Alaq: 1-5; Al-Zumar: 9), sementara hadis Nabi SAW seperti "Cari ilmu, walau ke negeri Cina" memberikan contoh nyata tentang belajar seumur hidup dan inklusif. Pemikiran tokoh seperti Al-Ghazali (dalam kitab Ihya Ulumuddin) menggabungkan akal dan wahyu untuk menciptakan pendidikan yang menyeluruh, Ibn Sina merancang kurikulum yang berjalan dari tingkat sensorik hingga metafisik; Ibn Rusyd menjaga rasionalitas dalam karyanya Tahafut at-Tahafut, Ibn Miskawaih membahas etika melalui bukunya Tahdhib al-Akhlaq, serta Al-Attas menawarkan konsep islamisasi ilmu (Islam dan Sekularisme) yang sesuai dengan zaman digital. Konteks sosial, seperti perubahan pesantren di Indonesia setelah pandemi dengan penggunaan teknologi dan pendidikan yang inklusif, menerapkan konsep ini tanpa menghilangkan esensi agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten-hermeneutik terhadap teks primer seperti Al-Qur’an, Hadis, dan karya klasik, serta teks sekunder berupa studi kasus empiris. Hasilnya menunjukkan bahwa gabungan ketiga sumber tersebut membentuk sistem pendidikan Islam yang lengkap, bisa beradaptasi, serta sesuai dengan kondisi sehari-hari. Sistem ini mampu menghadapi tantangan zaman modern seperti penurunan moral dan krisis identitas.