Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak UMKM yang menghadapi kendala dalam pemasaran dan pengelolaan keuangan, seperti yang dialami oleh UMKM Dapur Mamawin di Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Permasalahan yang ditemukan meliputi pemasaran yang masih mengandalkan word of mouth, identitas visual merek yang belum optimal, serta pencatatan keuangan yang belum terstruktur. Kegiatan pendampingan ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha melalui optimalisasi pemasaran digital dan penerapan sistem pencatatan keuangan digital. Metode yang digunakan adalah metode Partisipatoris yaitu pendekatan yang menekankan keterlibatan aktif secara penuh dari individu atau kelompok dalam suatu proses. Program yang dilaksanakan meliputi rebranding usaha dengan pembuatan logo dan label produk baru, optimalisasi media sosial, penyusunan katalog produk, pembuatan Linktree, serta penerapan aplikasi pencatatan keuangan berbasis web. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kualitas branding melalui identitas visual yang lebih profesional, promosi digital yang lebih terstruktur, serta pemanfaatan platform digital yang mampu memperluas jangkauan pasar. Selain itu, pencatatan keuangan digital membantu pelaku usaha memantau arus kas dan mengelola keuangan secara lebih sistematis. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan kemampuan pemasaran dan pengelolaan keuangan UMKM serta mendukung implementasi SDGs 17 melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan pelaku usaha dalam pengembangan usaha yang berkelanjutan.