Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) merupakan salah satu kegawatdaruratan obstetri yang dapat mengancam keselamatan ibu akibat implantasi hasil konsepsi di luar kavum uteri, yang paling sering terjadi pada tuba falopi. Keterlambatan dalam mengenali tanda dan gejala KET dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan intraabdomen hingga syok hipovolemik. Rendahnya pengetahuan wanita usia subur (WUS) mengenai KET menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dini Kehamilan Ektopik Terganggu terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur di Posyandu Rengganis 1 Padalarang. Metode kegiatan menggunakan desain one group pretest-posttest. Responden dalam kegiatan ini sebanyak 39 wanita usia subur yang dipilih secara accidental sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif dan media leaflet. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) edukasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang (53,9%), sedangkan setelah edukasi mayoritas berada pada kategori baik (76,9%). Rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 57,95 menjadi 86,41 dengan selisih peningkatan sebesar 28,46 poin. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p = 0,000). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi dini Kehamilan Ektopik Terganggu efektif dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur di Posyandu Rengganis 1 Padalarang. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan deteksi dini terhadap tanda bahaya kehamilan sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi KET.