Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI EDUKASI DIGITAL INOVASI GELATO DAUN KELOR (MORINGACAE OLIEVERA) SEBAGAI UPAYA PREVENTIF STUNTING DIMULAI PADA IBU HAMIL, IBU MUDA PASCA PERSALINAN DAN MENYUSUI SERTA BALITA DI DESA CIPAGALO KABUPATEN BANDUNG Ika Zakiah; Henny Noviany; Upus Piatun Khodijah; Muhamad Rizky Nirwana; Dodi Nugraha
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7905

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh baik fisik maupun otak akibat malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan gizi selama masa pertumbuhan anak, Gizi merupakan salah satu faktor penentu tumbuh kembang anak yang optimal. Stunting sering terjadi pada balita usia 12-36 bulan. Balita yang mengalami stunting pada tahap ini biasanya sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode berikutnya. Angka stunting di Desa Cipagalo terbilang cukup tinggi. Stunting sendiri merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan sejak sebelum dan sesudah kelahiran yang diakibatkan oleh tidak tercukupinya zat gizi. Kelor menjadi salah satu tanaman yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dasar pengolahan makanan ataupun minuman. Upaya peningkatan literasi gizi dapat dilakukan dengan memperluas pengetahuan tentang perbaikan perilaku makan pada anak dan penyuluhan olahan daun kelor. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah stunting di Desa Cipagalo dengan peserta ibu-ibu muda pasca melahirkan, ibu-ibu muda yang sedang hamil, ibu-ibu yang memiliki balita dan ibu-ibu PKK di daerah setempat. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pemanfaatan daun kelor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat yang di wilayah Desa Cipagalo dengan memanfaatkan daun kelor. Target dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan meningkatkan partisipasi masyarakat potensi lokal untuk perbaikan gizi balita dan ibu-ibu pasca melahirkan untuk dapat memanfaatkan daun kelor sebagai makanan tambahan atau camilan sehat. Hasil dari kegiatan ini tampak pada kehadiran ibu-ibu muda yang sangat antusias dan semangat tinggi untuk mendapatkan edukasi dalam mengolah daun kelor untuk mencegah stunting dan masyarakat dapat membedakan antara balita yang masuk kategori stunting atau kategori tinggi badan kurang akibat faktor genetik, dan masyarakat mengerti akan manfaat ekstrak daun kelor untuk pencegahan stunting dengan manfaatkan daun kelor tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar mencegah terjadinya stunting di Desa Cipagalo.
Efektivitas Edukasi Dini Kehamilan Ektopik Terganggu terhadap Peningkatan Pengetahuan Wanita Usia Subur di Posyandu Irma Rosliani Dewi; Nurasiah Jamil; Prassanti Widya Pravitasari; Salsabila Nur Faridah; Ika Zakiah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qa98s435

Abstract

Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) merupakan salah satu kegawatdaruratan obstetri yang dapat mengancam keselamatan ibu akibat implantasi hasil konsepsi di luar kavum uteri, yang paling sering terjadi pada tuba falopi. Keterlambatan dalam mengenali tanda dan gejala KET dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan intraabdomen hingga syok hipovolemik. Rendahnya pengetahuan wanita usia subur (WUS) mengenai KET menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dini Kehamilan Ektopik Terganggu terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur di Posyandu Rengganis 1 Padalarang. Metode kegiatan menggunakan desain one group pretest-posttest. Responden dalam kegiatan ini sebanyak 39 wanita usia subur yang dipilih secara accidental sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif dan media leaflet. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) edukasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang (53,9%), sedangkan setelah edukasi mayoritas berada pada kategori baik (76,9%). Rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 57,95 menjadi 86,41 dengan selisih peningkatan sebesar 28,46 poin. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p = 0,000). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi dini Kehamilan Ektopik Terganggu efektif dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur di Posyandu Rengganis 1 Padalarang. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan deteksi dini terhadap tanda bahaya kehamilan sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi KET.