Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu jenis retrovirus yang memiliki selubung dan terdiri atas dua salinan genom RNA untai tunggal. Virus ini menargetkan sel-sel yang mengekspresikan protein CD4, termasuk limfosit T, monosit, makrofag, sel dendritik, sel Langerhans, dan sel mikroglia, yang pada akhirnya memicu kematian sel-sel tersebut serta menyebabkan penurunan imunitas yang signifikan pada individu yang terinfeksi. Kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tenggara mencapai 123 kasus pada Januari–Maret 2026. Tingginya angka ini salah satunya dipicu oleh rendahnya pengetahuan masyarakat serta minimnya edukasi mengenai cara penularan, pencegahan, dan kesehatan reproduksi. Sebagai upaya preventif, dilakukan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya, cara penularan, dan pencegahannya. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan jadwal dan tempat, penyusunan materi presentasi, pembukaan oleh mahasiswa Apoteker, serta penyampaian materi secara langsung menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab. Selain itu, masyarakat diberikan pelatihan memverifikasi informasi kesehatan melalui situs resmi serta dibagikan leaflet edukasi untuk menekan stigma terhadap ODHA. Sebelum dilakukan edukasi, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS, penularan, dan perilaku berisiko tergolong masih rendah. Namun, setelah intervensi edukasi diberikan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan yang terlihat dari keaktifan peserta saat sesi tanya jawab dan diskusi. Kegiatan edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS, sehingga diharapkan dapat mendorong perilaku hidup sehat dan menekan laju penyebaran virus di lingkungan masyarakat.