Siswadi
Universitas Sunan Drajat, Lamongan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Bambu SebagaiReyengan Tempat Ikan Di Desa Kranji Kecamatan PaciranKabupaten Lamongan Ahmad Afan Zaini; Siswadi; Abdullah Zawawi; M. Habibi Alaudin Al- Falih
Opportunity Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Opportunity Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Faculty of Economics and Islamic Business, Sunan Drajat University, Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/yrgrf426

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat. Desa Kranji kecamatan Paciran kabupaten Lamongan memiliki potensi sumber daya alam berupa bambu yang dapat dimanfaatkan sebagai reyengan (wadah atau tempat ikan) untuk mendukung aktivitas perikanan dan perdagangan hasil laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan bambu sebagai reyengan tempat ikan, mengidentifikasi dampak ekonomi yang dihasilkan, serta menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan bambu sebagai reyengan tempat ikan mampu meningkatkan nilai ekonomis bambu, membuka peluang usaha bagi masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pelestarian kearifan lokal dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan baku, keterampilan masyarakat, dan tingginya kebutuhan reyengan dalam aktivitas perikanan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan inovasi produk, akses pemasaran, dan persaingan dengan produk berbahan plastik. Penelitian ini merekomendasikan adanya pendampingan, pelatihan kewirausahaan, dan dukungan pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk reyengan bambu
Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam Studi Literatur tentang Prinsip, Faktor Produksi, dan Perbedaannya dengan Ekonomi Konvensional: Perspektif Ekonomi Islam, Faktor Produksi Siswadi; Wilda 'Ainun Najihah
Opportunity Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Opportunity Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Faculty of Economics and Islamic Business, Sunan Drajat University, Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/r44h1931

Abstract

Produksi merupakan salah satu aktivitas fundamental dalam sistem ekonomi yang berperan dalam memenuhi kebutuhan manusia melalui penciptaan barang dan jasa. Dalam perspektif ekonomi Islam, kegiatan produksi tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk mewujudkan kemaslahatan (maslahah), keadilan, serta keberkahan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi, prinsip-prinsip produksi, tujuan produksi, serta mengkaji perbedaan konsep produksi dalam ekonomi Islam dan ekonomi konvensional. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, hasil penelitian, dan dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi dalam ekonomi Islam meliputi sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan yang seluruhnya dipandang sebagai amanah dari Allah Swt. Aktivitas produksi dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai tauhid, keadilan (al-'adl), kenabian (nubuwwah), kekhalifahan (khilafah), dan orientasi akhirat (ma'ad). Berbeda dengan ekonomi konvensional yang lebih menitikberatkan pada maksimalisasi keuntungan, ekonomi Islam menempatkan kemaslahatan, pemerataan kesejahteraan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan sebagai tujuan utama produksi. Dengan demikian, sistem produksi dalam ekonomi Islam menawarkan paradigma pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan dimensi moral, sosial, dan spiritual dalam setiap aktivitas produksi.