Produksi merupakan salah satu aktivitas fundamental dalam sistem ekonomi yang berperan dalam memenuhi kebutuhan manusia melalui penciptaan barang dan jasa. Dalam perspektif ekonomi Islam, kegiatan produksi tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk mewujudkan kemaslahatan (maslahah), keadilan, serta keberkahan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi, prinsip-prinsip produksi, tujuan produksi, serta mengkaji perbedaan konsep produksi dalam ekonomi Islam dan ekonomi konvensional. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, hasil penelitian, dan dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi dalam ekonomi Islam meliputi sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan yang seluruhnya dipandang sebagai amanah dari Allah Swt. Aktivitas produksi dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai tauhid, keadilan (al-'adl), kenabian (nubuwwah), kekhalifahan (khilafah), dan orientasi akhirat (ma'ad). Berbeda dengan ekonomi konvensional yang lebih menitikberatkan pada maksimalisasi keuntungan, ekonomi Islam menempatkan kemaslahatan, pemerataan kesejahteraan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan sebagai tujuan utama produksi. Dengan demikian, sistem produksi dalam ekonomi Islam menawarkan paradigma pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan dimensi moral, sosial, dan spiritual dalam setiap aktivitas produksi.
Copyrights © 2026