Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASISTAS KONSELOR DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN SEBAGAI UPAYA KEHAMILAN SEHAT UNTUK MENCEGAH STUNTING Rina Julianti; Arpina Fajarnita; Nasrullah Nasrullah; Rikaoctriantiaskar Rikaoctriantiaskar; Evi Kristina
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 2 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, June 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i2.6554

Abstract

Stunting remains a public health problem that requires preventive measures starting from the preconception period. One of the strategic target groups in stunting prevention is prospective brides and grooms through increasing knowledge about healthy pregnancies. However, limited counselor capabilities in delivering material and the use of less engaging educational media are obstacles in the premarital counseling process. This Community Service (PkM) activity aims to increase the capacity of counselors in creating educational media and increasing prospective brides and grooms' knowledge about healthy pregnancies as an effort to prevent stunting. The activity was carried out at the Pusaka Johan Pahlawan KUA Office in West Aceh Regency through educational methods, training in creating educational media using Canva, hands-on practice, discussions, and pre-test and post-test evaluations. The activity targets 4 counselors and 30 prospective brides and grooms. The results of the activity showed an increase in the knowledge of prospective brides and grooms, with the average score (mean) increasing from 1.33 in the pre-test to 2.60 in the post-test, while the standard deviation changed from 0.63 to 0.70. Among counselors, the average knowledge score increased from 1.25 to 2.50, with a standard deviation of 0.50 to 0.58, after participating in the training. Furthermore, all counselors were able to create more engaging and communicative educational media to support premarital counseling. This activity has proven effective in increasing counselor capacity and prospective brides' knowledge regarding healthy pregnancies. These improvements are expected to support the optimization of premarital counseling services and contribute to accelerating the reduction of stunting rates through healthy pregnancy preparation from preconception.
Gambaran Higiene dan Sanitasi Pengolahan Makanan di Pesantren Modern Tgk. Chiek  Oemar Diyan Tahun 2026 Nirwana Nirwana; Junaidi Junaidi; Nasrullah Nasrullah
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ynhj3s61

Abstract

Berdasarkan observasi awal di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan, ditemukan 8 penjamah makanan masih berperilaku tidak higiene, yaitu 100% tidak memakai penutup mulut, sarung tangan, celemek. Pada dapur terdapat lantai yang retak, saluran pembuangan udara terbuka, serta penyimpanan peralatan tidak terlindungi dari serangga. Tujuan penelitian mengetahui gambaran higiene dan sanitasi pengolahan makanan di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan tahun 2026. Penelitian deskriptif ini dilakukan April 2026. Sasaran penelitian meliputi personal higiene 8 penjamah, kebersihan tempat, dan peralatan pengolahan makanan. Data primer mengenai keadaan higiene sanitasi dikumpulkan menggunakan lembar checklist dan kuesioner, sedangkan data sekunder meliputi gambaran umum institusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan kategori Memenuhi Syarat (MS) dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Hasil penelitian menunjukkan kualitas higiene sanitasi pengolahan makanan secara keseluruhan termasuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS), secara rinci, personal higiene penjamah termasuk ke dalam kategori TMS (75%) dan kebersihan tempat pengolahan juga termasuk kategori TMS (50%). Sebaliknya, kebersihan peralatan pengolahan makanan berhasil masuk kategori Memenuhi Syarat (83,3%). Disarankan kepada pihak pesantren untuk meningkatkan pengawasan kebersihan pribadi penjamah, dan melakukan perbaikan struktural pada fisik bangunan dapur utama. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat meneliti pengaruh higiene dan sanitasi pada proses pengolahan terhadap kualitas makanan.