Ridesvina
Universitas Fort de Kock

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUP DR.M. DJAMIL PADANG Vitria Komala Sari; Detty Afriyanti; Ridesvina; Siska Rahmadiya
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2 (2026): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.2.2.65

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi obstetri serius yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, termasuk pada periode postpartum. Ibu yang menjalani sectio caesarea (SC) memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklampsia pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia ibu, paritas, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat hipertensi kehamilan sebelumnya dengan kejadian preeklampsia pada ibu post SC. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 304 ibu post SC, terbagi menjadi 152 kasus dan 152 kontrol yang dipilih secara purposive. Data berasal dari rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2022–2024 dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,093) dan paritas (p = 0,126) tidak menunjukkan hubungan bermakna.Sedangkan IMT (p = 0,001; OR = 2,328) dan riwayat hipertensi (p = 0,000; OR = 20,109) berhubungan signifikan dengan kejadian preeklampsia post SC. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu IMT tidak normal dan riwayat hipertensi merupakan determinan utama kejadian preeklampsia pada ibu post SC serta menunjukkan besaran risiko yang cukup tinggi sehingga perlu menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan. Disarankan agar tenaga kesehatan memperkuat skrining antenatal untuk IMT dan riwayat hipertensi, meningkatkan edukasi mengenai pengendalian status gizi dan tekanan darah, serta melakukan pemantauan secara lebih komprehensif.