Ary Kusuma Purwady
Yayasan Purwasaba Ananta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Guru SD dan MI Melalui Pelatihan Gamelan Berbasis Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Yayasan Budaya di Kota Malang Ary Kusuma Purwady; Ratna Fajarwati Meditama; Luchyto Chandra Permadi; Bella Cornelia Tjiptady; Nur Al Maida; Candra Pradhana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2026): At-Tamkin - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Juni 2026)
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/at-tamkin.v9i1.10646

Abstract

Pelestarian gamelan sebagai warisan budaya Jawa memerlukan peran aktif dunia pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran berbasis budaya. Namun, sebagian guru Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenalkan gamelan kepada peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SD dan MI melalui pelatihan gamelan berbasis kolaborasi antara Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang dan Yayasan Purwasaba Ananta sebagai mitra yang memiliki Laboratorium Gamelan di Perum LPK 1 Mulyorejo, Kota Malang. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, penyampaian materi mengenai nilai budaya dan dasar-dasar gamelan, praktik memainkan instrumen gamelan, pendampingan pembelajaran, serta evaluasi kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai filosofi dan teknik dasar permainan gamelan, meningkatnya keterampilan praktik memainkan instrumen gamelan, serta tumbuhnya kesiapan guru untuk mengintegrasikan seni gamelan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Selain meningkatkan kompetensi peserta, program ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, yayasan budaya, dan satuan pendidikan dalam mendukung pelestarian budaya Jawa secara berkelanjutan melalui pendidikan. Model pelatihan ini berpotensi direplikasi sebagai bentuk penguatan pendidikan berbasis budaya di berbagai daerah