Muhammad Refi Naldi
Universitas Borneo Tarakan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Evaluasi Pembelajaran dalam Mengembangkan Keterampilan Menulis Siswa SMP Asih Riyanti; Nurul Hasanah; Nurin Asiqin; Nasma Nasma; Muhammad Arul; Muhammad Refi Naldi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8634

Abstract

Keterampilan menulis teks deskripsi merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, dan menggunakan bahasa secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, tetapi juga mampu membantu siswa memperbaiki kemampuan menulisnya secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan optimalisasi evaluasi pembelajaran dalam mengembangkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII F SMP Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan 27 siswa yang mengikuti penelitian. Proses evaluasi dilakukan melalui evaluasi formatif dalam pembelajaran menulis. Tugas menulis teks deskripsi dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tugas pertama sebagai data awal, dilanjutkan dengan evaluasi berupa umpan balik terhadap kesalahan siswa, dan tugas kedua sebagai tindak lanjut untuk mengukur peningkatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil tugas siswa serta membandingkan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM = 84) meningkat dari 40,7% pada tugas pertama menjadi 81,5% pada tugas kedua. Peningkatan tersebut diperoleh berdasarkan penilaian terhadap aspek struktur teks, pengembangan ide, dan penggunaan bahasa dalam penulisan teks deskripsi. Selain itu, hasil angket dan wawancara menunjukkan respons positif dari siswa dan guru, terutama dalam membantu siswa memahami kesalahan dan memperbaiki hasil tulisan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan evaluasi formatif berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi siswa secara bertahap dan terarah
THE SEMANTIC ASPECTS OF POEMS WRITTEN BY EIGHTH-GRADE STUDENTS OF HURRASUL AQIDAH TARAKAN AS A REPRESENTATION OF LOCAL WISDOM IN THE COASTAL REGION OF NORTH KALIMANTAN Muhammad Ilham; Muhammad Refi Naldi
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/a8kx9b04

Abstract

This study aims to examine the construction of meaning in poems written by eighth-grade students of Madrasah Hurrasul Aqidah Tarakan using Michael Riffaterre’s literary semiotic approach. The analysis focuses on the mechanisms of indirect expression, including displacement of meaning, distortion of meaning, and creation of meaning, as well as the process of meaning-making through heuristic and hermeneutic readings. In addition, the study explores the relationship between the meanings conveyed in the poems and the coastal cultural context of North Kalimantan, which forms part of the students’ social and cultural environment. This research employed a qualitative descriptive method with a field research design. Data were collected through poetry-writing tasks, observations, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that students construct meaning in their poems through the use of symbols, metaphors, and poetic expressions that represent emotional experiences such as struggle, longing, exhaustion, and hope. Displacement of meaning is reflected in the use of symbols that represent particular feelings and life experiences. Distortion of meaning appears in linguistic expressions that deviate from literal logic, thereby enhancing the aesthetic effect of the poems. Meanwhile, the creation of meaning is realized through repetition and the interconnectedness of meanings across lines and stanzas. The study also indicates the presence of North Kalimantan coastal cultural elements, represented through images of the sea, fishermen’s lives, and coastal environments. However, these local cultural aspects are not yet dominant, as most poems primarily focus on the students’ personal experiences. Therefore, Riffaterre’s semiotic theory proves relevant for uncovering meaning in students’ poetry and provides a foundation for developing literary learning that integrates aesthetic experience with local wisdom.