Sigit Dwi Laksamana
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Pengembangan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah Berbasis CIPP (Context, Input, Process, and Product) di Sekolah Binaan Yayasan Bina Harati PAMA Aris Dianto; Arief Rahman Yusuf; Sigit Dwi Laksamana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8796

Abstract

Kebijakan pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah merupakan instrumen strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. Namun, dalam praktiknya, kebijakan tersebut seringkali belum dilaksanakan berdasarkan analisis kebutuhan yang mendalam maupun evaluasi yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah di sekolah binaan Yayasan Bina Harati PAMA (YBHP), Kalimantan Tengah, menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan guru, kepala sekolah, pengelola yayasan, serta asesor BPMP. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan kompetensi telah berjalan dan memiliki tujuan yang relevan. Namun demikian, perencanaan kebijakan belum sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan (needs assessment), distribusi sumber daya belum merata, tindak lanjut pascapelatihan masih sangat terbatas, dan hasil evaluasi belum dijadikan dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan kebijakan. Evaluasi berbasis model CIPP berhasil memetakan kekuatan dan keterbatasan kebijakan secara komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kebijakan memerlukan penguatan pada aspek analisis kebutuhan, pemerataan input, dan keberlanjutan proses tindak lanjut.