Amalia Rizki
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Materi SPLDV di SMPN 3 Tarumajaya Bekasi Lasia Agustina; Muhammad Naufal Hanif; Dini Savitri; Putri Wulansari; Elfina Romadhon; Muhammad Luthfi Abdul R; Cucu Nur Jannah; Amalia Rizki
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4594

Abstract

Di dalam pembelajaran Matematika tingkat SMP, ada satu kompetensi penting yang harus dikuasai siswa yaitu kemampuan pemecahan masalah, kompetensi ini penting agar siswa mampu memahami dan menguasai materi seperti materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah sehingga perlu dianalisis untuk mengetahui kemampuan dan kesulitan siswa pada setiap tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi SPLDV berdasarkan tahapan Polya serta mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sequential explanatory. Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas VIII-A SMPN 3 Tarumajaya Bekasi. Data diperoleh melalui hasil penilaian harian dan wawancara terhadap enam siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22,60% siswa berada pada kategori tinggi, 51,60% kategori sedang, dan 25,80% kategori rendah. Siswa kategori tinggi mampu memenuhi seluruh tahapan Polya, siswa kategori sedang belum optimal pada tahap pelaksanaan dan pemeriksaan kembali, sedangkan siswa kategori rendah mengalami kesulitan pada hampir seluruh tahapan. Kesulitan utama siswa terletak pada penyusunan model matematika dan pemeriksaan kembali hasil penyelesaian. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih berorientasi pada pemecahan masalah dan soal kontekstual.