Perbedaan karakteristik belajar yang dimiliki siswa laki-laki dan perempuan berpotensi memengaruhi perkembangan keterampilan proses sains dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterampilan proses sains terpadu yang dimiliki siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 12 Parepare dalam konteks pembelajaran IPA. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun indikator keterampilan proses sains yang menjadi fokus analisis mencakup kemampuan mengontrol variabel, mengidentifikasi variabel secara operasional, merumuskan hipotesis, menafsirkan data, melaksanakan percobaan, serta membuat model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memperoleh capaian lebih tinggi pada indikator mengontrol variabel (69%), mengidentifikasi variabel secara operasional (63%), merumuskan hipotesis (70%), menafsirkan data (63%), dan membuat model (66%). Di sisi lain, siswa laki-laki menunjukkan keunggulan pada indikator melaksanakan percobaan dengan persentase sebesar 86%. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa siswa perempuan cenderung memiliki ketelitian dan kemampuan berpikir sistematis yang lebih baik, sedangkan siswa laki-laki lebih menonjol dalam aktivitas praktikum. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran IPA yang berbasis praktikum secara proporsional perlu dilakukan untuk mendukung pengembangan keterampilan proses sains siswa secara optimal sesuai dengan karakteristik belajar yang dimiliki masing-masing.