Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Global Health Science (GHS)

TINJAUAN PERAN KODER UNTUK KLAIM BPJS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JKN DI RSU DARMAYU PONOROGO Mellinda Eka Susanti; Ike Sureni; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.734 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.266

Abstract

Dalam pelaksanaan JKN ketepatan kode yang diberikan sangat berpengaruh terhadap tarif yang diterima rumah sakit atas pelayanan kesehatan yang telah diberikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran koder untuk klaim BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan JKN di RSU Darmayu Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 2 koder. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tugas dan wewenang koder yaitu mengecek kelengkapan dokumen pasien BPJS, menentukan kode diagnosis penyakit dan tindakan berdasarkan ICD 10 dan ICD 9 CM, melakukan klarifikasi dengan dokter, entri data, coding/grouping dengan INA CBG 5.2, menyerahkan hasil grouping ke verifikator internal. Pelaksanaan kegiatan koder belum berjalan optimal karena masih ada kendala yaitu ketidaklengkapan dokumen, singkatan sulit dipahami, kurangnya perangkat komputer, tulisan dokter sulit terbaca, buku ICD 9 CM tidak jelas serta belum adanya SIMRS. Sarannya rumah sakit segera menerapkan penggunaan SIMRS, koder dan dokter serta tenaga kesehatan lain meningkatkan kerjasama terkait kelengkapan dokumen maupun penulisan diagnosa untuk kelancaran kegiatan pengkodean.
PENAMBAHAN ISI FORMULIR REKAM MEDIS GAWAT DARURAT DI PUSKESMAS KARE KABUPATEN MADIUN Ika Trisni Fajarwati; Rumpiati Rumpiati; Ike Sureni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.494 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.259

Abstract

Penambahan ini berfungsi untuk menambah kelengkapan informasi pasien saat di pelayanan UGD. Penambahan berupa perintah pengisian, identitas, triase, riwayat alergi, note book, assesmen nyeri, tindakan, obat, kondisi pasien saat keluar, tanggal keluar dan jam. Tujuan penelitian ini adalah mencantumkan poin isi yang belum ada sehingga dapat menambah kelengkapan informasi pasien di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun. Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan Research and Development. Langkah-langkah penelitian ini dimulai dari tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan dan tahap penyebaran. Sampel penelitian ini yaitu petugas unit gawat darurat dengan melibatkan beberapa ahli dalam penilaian, yaitu ahli pengembangan, ahli praktisi dan ahli desain. Hasil berupa produk formulir rekam medis yang baru dengan isi lebih lengkap serta terdapat tata cara pemengisian formulir. Kesimpulan penelitian ini yaiu di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun terdapat kekurangan poin isi pada kolom pengisian dan juga penambahan isi belum pernah dilakukan sebelumnya. Diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai bahan referensi dan bahan pertimbangan dalam melakukan penambahan isi.
TINJAUAN PROSEDUR PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS UNTUK KEPERLUAN KLAIM BPJS DI RSU DARMAYU PONOROGO Dwi Novita Sari; Ike Sureni; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.995 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.247

Abstract

Pelepasan informasi medis kepada pihak lain khususnya untuk asuransi harus ada alur dan prosedur yang jelas dikarenakan sarana kesehatan bertanggung jawab untuk melindungi informasi medis yang diberikan kepihak lain. Jumlah kasus BPJS yang diklaimkan oleh RSU Darmayu pada bulan November 2017, kasus rawat jalan sebanyak 275 kasus dan kasus rawat inap sebanyak 1.308 kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi prosedur pelepasan rekam medis untuk keperluan klaim BPJS di RSU Darmayu Ponorogo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini petugas pelepasan rekam medis dan petugas BPJS yang berjumlah 3 orang yang diambil dengan total sampling. Data analisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode wawancara dan observasi di RSU Darmayu Ponorogo, prosedur pelepasan informasi medis khususnya untuk klaim, belum adanya SOP yang khusus untuk bagian asuransi BPJS dan untuk pihak yang terlibat dalam pelepasan informasi rekam medis di RSU Darmayu antara lain pasien, sendiri pihak keluarga pasien, unit klaim dan rekam medis. Diharapkan kedepannya dibuat SOP tertulis mengenai prosedur pelepasan untuk asuransi (BPJS) serta pihak yang terlibat diharapkan bersosialisasi antar petugas guna melindungi dari hal yang tidak diinginkan.
PERANCANGAN DESAIN KIB (KARTU IDENTITAS BEROBAT) DI UPT PUSKESMAS NGEBEL KABUPATEN PONOROGO Galang Baru Saputra; Ani Rosita; Ike Sureni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.135 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.268

Abstract

KIB (Kartu Identitas Berobat) dicetak oleh petugas pada bagian pendaftaran pasien yang berguna sebagai penunjang sarana pelayanan kesehatan dan memuat identitas pasien serta nomor rekam medis. KIB yang dicetak tentu harus menggunakan bahan yang baik serta mempunyai desain yang menarik karena dapat menjadi media promosi pada fasilitas kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang serta memperbaiki desain dari segi bahan warna ukuran KIB (Kartu Identitas Berobat) di UPT Puskesmas Ngebel. Penelitian ini merupakan penelitian Research And Development yang menggunakan metode Define Design & Development, penelitian ini merancang desain KIB dan juga memvalidasikan produk kepada 3 responden yaitu Praktisi Pengembangan, Praktisi Petugas dan Praktisi Desain. Penelitian ini dilakukan pada bulan januari - maret 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai validasi dari Praktisi Pengembangan yaitu 79,17%. Nilai validasi dari Praktisi Petugas yaitu 84,38%. Nilai validari dari Praktisi Desain yaitu 66%. Pada hasil validator tersebut KIB sudah menggunakan bahan yang lebih awet dari yang sebelumnya namun ada beberapa perbaikan dari segi warna dan penambahan foto puskesmas ngebel serta penambahan himbauan penggunaan KIB (Kartu Indentitas Berobat) agar dalam perancangan desain dapat diberlakukan di UPT Puskesmas Ngebel Kabupaten Ponorogo.