Ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan dan kelayakan sarana-prasarana PJOK pada Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 17 sekolah yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi dengan instrumen lembar observasi sebanyak 63 item, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sarana-prasarana PJOK secara keseluruhan sebesar 19,33% dan berada pada kategori sangat kurang. Ketersediaan sarana PJOK tercatat sebesar 16,14%, prasarana perkakas 9,80%, dan prasarana fasilitas 38,73%. Sebaliknya, kondisi fasilitas yang menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat baik dengan persentase keseluruhan sebesar 95,74%, yang terdiri atas sarana PJOK 95,63%, prasarana perkakas 90,00%, dan prasarana fasilitas 100,00%. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara rendahnya ketersediaan fasilitas dan tinggi kelayakan fasilitas yang telah dimiliki sekolah. Dengan demikian permasalahan utama pembelajaran PJOK di sekolah dasar di wilayah penelitian bukan terletak pada kondisi fasilitas, melainkan pada keterbatasan jumlah dan kelengkapan sarana-prasarana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengadaan dan pemerataan sarana-prasarana PJOK secara berkelanjutan agar pelaksanaan pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal sesuai standar pendidikan.