Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURVEI KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN SARANA PRASARANA OLAHRAGA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN MANTINGAN Habib Khoirul Lutfi; Mohammad Irfan; Neysha Sarita Wili
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6790

Abstract

Ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan dan kelayakan sarana-prasarana PJOK pada Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 17 sekolah yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi dengan instrumen lembar observasi sebanyak 63 item, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sarana-prasarana PJOK secara keseluruhan sebesar 19,33% dan berada pada kategori sangat kurang. Ketersediaan sarana PJOK tercatat sebesar 16,14%, prasarana perkakas 9,80%, dan prasarana fasilitas 38,73%. Sebaliknya, kondisi fasilitas yang menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat baik dengan persentase keseluruhan sebesar 95,74%, yang terdiri atas sarana PJOK 95,63%, prasarana perkakas 90,00%, dan prasarana fasilitas 100,00%. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara rendahnya ketersediaan fasilitas dan tinggi kelayakan fasilitas yang telah dimiliki sekolah. Dengan demikian permasalahan utama pembelajaran PJOK di sekolah dasar di wilayah penelitian bukan terletak pada kondisi fasilitas, melainkan pada keterbatasan jumlah dan kelengkapan sarana-prasarana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengadaan dan pemerataan sarana-prasarana PJOK secara berkelanjutan agar pelaksanaan pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal sesuai standar pendidikan.
Implementasi Pertukaran Antarbenua Pada Olahraga Tradisional Indonesia Dan Sistem Pendidikan Jasmani Kairo: Ditinjau Dari Pengetahuan Bermain Olahraga Tradisional Ali Munir; Kartika Septianingrum; Mohammad Irfan; Neysha Sarita Wili; Munirul Ilyas Rosyid Saf; Fitrianita Yusticia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/508n9w90

Abstract

Pendidikan jasmani tidak lagi dipandang semata sebagai aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran peserta didik, melainkan juga sebagai media pembentukan karakter, pelestarian budaya, penguatan identitas bangsa. Program pengabdian ini bertujuan untuk meletakkan fondasi pengetahuan jangka panjang yang kokoh melalui intervensi IPTEK olahraga serta pengetahuan pada sistem pendidikan kairo. Sasaran strategis program ini meliputi masyarakat indonesia, siswa dan guru baik di indonesia maupun kairo. Metode pelaksanaan diimplementasikan melalui tiga tahapan utama: persiapan (koordinasi awal dan penyusunan workshop), pelaksanaan (pre-test, workshop), dan evaluasi (post-test serta formalisasi kemitraan). Hasil evaluasi program menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan atau pembelajaran, pemahaman dan penguasaan peserta terhadap materi olahraga tradisional maupun sistem pembelajaran kairo mengalami peningkatan yang sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil pada aspek olahraga tradisional, nilai rata-rata peserta meningkat dari 30 pada saat pretest menjadi 92 pada saat posttest dengan jumlah peningkatan sebesar 89%.  Selain itu, pemahaman pada pada aspek sistem pendidikan jasmani, nilai rata-rata peserta juga mengalami peningkatan dari 40 pada saat pretest menjadi 88 pada saat posttest dengan jumlah peningkatan sebesar 80%. Sebagai jaminan keberlanjutan program, kegiatan ini menghasilkan aset literasi berupa Modul pembelajaran olahraga tradisional serta penandatanganan dokumen kerja sama resmi berupa Implementation Agreement bersama. Berdasarkan dari hasil pengabdian ini dapat disimpulkan bahwasannya kegiatan ini merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai olahraga tradisional Indonesia dan sistem pendidikan jasmani Kairo. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat aspek akademik dan keterampilan, tetapi juga mendorong terjadinya pertukaran budaya, pengembangan perspektif global, serta peningkatan apresiasi terhadap keberagaman sistem pendidikan dan olahraga di berbagai Negara.