Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan ayat suci Al-Qur'an sebagai media pengobatan anak di Desa Suka Jaya, Kabupaten Batu Bara. Praktik ini menggabungkan aspek keagamaan dan interaksi sosial yang menciptakan dinamika unik dalam komunitas. Masyarakat percaya bahwa bacaan ayat-ayat Al-Qur'an memiliki kekuatan spiritual untuk mengatasi gangguan supranatural. Penelitian ini bertujuan mendalami makna simbolik, sosial, dan linguistik dari praktik pengobatan ini dengan pendekatan antropolinguistik. Melalui observasi, wawancara, dan analisis isi, peneliti menemukan beberapa ayat yang sering digunakan dalam pengobatan anak yang mengalami keteguran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ayat Al-Qur'an bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga sarana memperkuat identitas dan solidaritas masyarakat. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan baru dalam antropolinguistik serta mendorong integrasi praktik pengobatan tradisional dengan pendekatan medis modern untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara holistik. Kata kunci: Antropolinguistik, Peyembuhan Al-Qur’an, Praktik Budaya, Keteguran Abstract: This research explores the use of holy verses of the Al-Qur'an as a medium for treating children in Suka Jaya Village, Batu Bara Regency. This practice combines religious aspects and social interactions, creating unique dynamics within the community. The local community believes that reciting verses from the Al-Qur'an holds spiritual power to overcome supernatural disturbances. This study aims to examine the symbolic, social, and linguistic meanings of this traditional healing practice using an anthropolinguistic approach. Through observation, interviews, and content analysis, the study identifies several verses frequently used to treat children suffering from keteguran (a local spirit-induced illness). The results indicate that utilizing Al-Qur'an verses is not merely a religious ritual, but also a mechanism to strengthen community identity and solidarity. This research is expected to provide new insights into anthropolinguistics and encourage the integration of traditional healing practices with modern medical approaches to improve public health holistically. Keywords: Anthropolinguistics, Qur'an Healing, Cultural Practices, Keteguran